Pendapatan Daerah Turun Drastis, Berau Susun RAPBD 2026 dengan Strategi Bertahan di Tengah Krisis Fiskal
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menghadapi tekanan fiskal serius setelah pendapatan daerah diproyeksikan turun signifikan pada 2026. Kondisi ini mencuat dalam rapat paripurna penyampaian rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Gabungan DPRD Berau, Rinding, Senin (24/11/2025).
Rapat dipimpin Wakil
Ketua I DPRD Berau, Subroto, bersama Wakil Ketua II, Sumadi, dan dihadiri
langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, serta Wakil Bupati Gamalis.
Dalam penyampaiannya,
Bupati Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa penyusunan APBD 2026 berpedoman pada
Nota Kesepakatan KUA-PPAS yang ditandatangani bersama DPRD pada 15 Agustus
2025. Dokumen itu menjadi dasar seluruh perangkat daerah dalam menyusun RKA-SKPD.
Namun Pemkab Berau
menghadapi tantangan berat, menyusul penurunan drastis dana transfer dari
pusat, terutama Dana Bagi Hasil (DBH), sebagaimana tercantum dalam surat Dirjen
Perimbangan Keuangan Nomor S-62/PK/2025.
“Tahun 2026 menjadi
tantangan tersendiri bagi setiap daerah. Karena itu, diperlukan strategi agar
daerah tidak hanya bergantung pada APBD atau Transfer ke Daerah (TKD),” ujar
Bupati.
Pendapatan daerah
diperkirakan turun dari Rp4,18 triliun menjadi Rp2,73 triliun. Kondisi ini
memaksa Pemkab Berau melakukan
penyesuaian besar, termasuk pemangkasan belanja hingga Rp1,74 triliun. Meski
begitu, Pemkab Berau memastikan tetap memprioritaskan program strategis yang
selaras dengan kemampuan fiskal.
Untuk menjaga
stabilitas keuangan, pemerintah menyiapkan tujuh strategi optimalisasi
Pendapatan Asli Daerah (PAD), mulai dari intensifikasi pajak daerah,
pemanfaatan teknologi dalam pemungutan, penguatan peran BUMD, hingga skema
insentif bagi pelaku UMKM.
Sri Juniarsih menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akuntabilitas serta efisiensi pengelolaan anggaran di tengah tekanan fiskal tahun depan. Dalam rancangan yang diajukan, APBD Berau Tahun Anggaran 2026 direncanakan sebesar Rp 3,32 triliun, termasuk memanfaatkan prediksi SiLPA 2025 sebagai bagian dari pembiayaan. Pemerintah berharap struktur anggaran ini tetap mampu mendukung agenda pembangunan prioritas di Kabupaten Berau. (sep/FN)