Bappeda Kukar Intensif Monitoring dan Evaluasi, Realisasi Pekerjaan OPD Capai Sekitar 85 Persen
Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Bagus Eko Sampurno.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengintensifkan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program dan pekerjaan yang dijalankan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa target pembangunan daerah dapat tercapai sesuai rencana dan jadwal yang telah ditetapkan.
Plt Kepala Bappeda Kukar Sy. Vanesa Vilna melalui Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Bagus Eko Sampurno menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima hingga November, sebagian besar OPD menunjukkan progres yang menggembirakan.
“Rata-rata capaian pekerjaan dari OPD telah berada di atas 85 persen. Ini menjadi indikasi bahwa pelaksanaan program berjalan cukup baik,” tegas Bagus Eko Sampurno pada Poskotakaltimnews, di Tenggarong, belum lama ini.
Ia menjelaskan, monitoring dilakukan secara berkala melalui koordinasi langsung ke lapangan maupun evaluasi berbasis laporan administrasi. Setiap OPD diminta menyampaikan perkembangan kegiatan secara periodik agar Bappeda dapat menilai kesiapan, kendala, serta kebutuhan percepatan di akhir tahun anggaran.
Menurutnya, capaian di atas 85 persen tidak serta-merta membuat Bappeda menurunkan kewaspadaan. Pihaknya justru terus mendorong OPD untuk menyelesaikan seluruh kegiatan secara tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai ketentuan.
“Kita tetap menekankan pentingnya kualitas. Jadi bukan sekadar mengejar angka, tetapi memastikan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Beberapa pekerjaan yang dinilai memerlukan perhatian tambahan pun sudah diidentifikasi. Sejumlah OPD masih menghadapi hambatan teknis maupun administrasi, sehingga perlu dilakukan pendampingan.
“Ada yang terkendala cuaca, proses pengadaan, atau teknis lapangan. Kami bantu carikan solusi agar tidak mengganggu target akhir,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa monev yang intensif ini sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program tahun berikutnya. Identifikasi masalah dan capaian yang ada akan menjadi dasar memperkuat strategi perencanaan di 2026.
“Kita ingin memastikan perencanaan semakin presisi. Data monev ini menjadi rujukan penting dalam menentukan skala prioritas pembangunan,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa keterlibatan OPD dalam menyampaikan laporan tepat waktu sangat mempengaruhi kelancaran proses evaluasi. Konsistensi pelaporan memungkinkan Bappeda mengantisipasi potensi hambatan lebih dini sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan dengan cepat.
Ia berharap, seluruh OPD dapat menjaga ritme kerja hingga akhir tahun anggaran. Dengan komitmen bersama, kita optimistis penyelesaian program dapat mencapai hasil maksimal.
"Harapannya, seluruh pekerjaan bisa rampung 100 persen dan berdampak langsung bagi masyarakat Kukar,” sebutnya.
Melalui proses monitoring
dan evaluasi yang berkelanjutan, Bappeda Kukar memastikan bahwa setiap program
pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan manfaat nyata sesuai
amanah rencana pembangunan daerah. (Adv/riz)