Aksi Damai TKBM Disambut Positif, UPP Tanjung Redeb Tegaskan Komitmen Regulasi dan Buka Ruang Dialog
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Aksi damai yang digelar Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC F.SPTI–K.SPSI) Kabupaten Berau pada Senin (8/12/2025) mendapat apresiasi dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Redeb. Penyampaian aspirasi yang dilakukan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) itu berlangsung tertib dan kondusif.
Kepala Kantor UPP
Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, mengungkapkan rasa terima kasih
atas jalannya aksi yang penuh kedamaian. Ia menegaskan bahwa keberadaan TKBM
merupakan elemen vital dalam operasional pelabuhan.
“Tanpa peran TKBM,
kegiatan logistik di Kabupaten Berau tidak akan berjalan. Kami menghargai dan
mendengarkan aspirasi yang disampaikan,” ujarnya.
Lister menegaskan
bahwa UPP Tanjung Redeb tetap berpegang pada seluruh ketentuan peraturan
perundang-undangan terkait penyelenggaraan kegiatan bongkar muat. Seluruh
aspirasi yang diterima akan dilaporkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,
Kementerian Perhubungan. Terkait tuntutan mempertahankan SKB 2 Dirjen dan 1
Deputi serta pengelolaan TKBM melalui koperasi, UPP menegaskan bahwa kewenangan
kebijakan tersebut berada di Pemerintah Pusat, melibatkan tiga kementerian :
Perhubungan, Ketenagakerjaan, dan Koperasi dan UKM. UPP berkomitmen meneruskan
aspirasi tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan
nasional.
Selain itu, isu
teknis di lapangan seperti penggunaan forklift/interchange serta penyesuaian
tarif bongkar muatdisebut melibatkan hubungan kerja antara TKBM sebagai
penyedia jasa dan APBMI/ALFI sebagai pengguna jasa. UPP menyatakan kesiapannya
memfasilitasi dialog terbuka, koordinasi, maupun rapat bersama untuk memastikan
pembagian kerja yang adil antara tenaga mekanik/mesin dan pekerja manual.
“Usulan mengenai
tarif akan diproses sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” kata Lister.
Ia berharap, setelah penyampaian aspirasi ini, seluruh pihak dapat kembali bekerja seperti biasa demi menjaga stabilitas operasional pelabuhan.
“Pelabuhan adalah
objek vital. Kelancaran aktivitasnya sangat penting dalam mendukung roda
perekonomian Kabupaten Berau,” tegasnya. (sep/FN)