Dragon Slide hingga Spider Coaster, Wahana Lakeview Samboja Masih Tarik Ribuan Pengunjung

img

 (Wisata Lakeview Samboja, Kutai Kartanegara /pic:ist)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKARKondisi perekonomian di tahun 2025 yang cukup menekan sektor pariwisata, sangat dirasakan dampaknya oleh para pengelola tempat-tempat wisata. Meski dengan kondisi seperti itu, destinasi wisata Lakeview di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara tetap menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu tujuan favorit masyarakat.

 

Kepada Poskotakaltimnews Direktur Lakeview Samboja, Roby, mengatakan bahwa rata-rata kunjungan harian berada di kisaran 700 hingga 1.500 orang. Sementara itu, pada akhir pekan jumlah pengunjung meningkat hingga 2.500 orang per hari.

 

Puncak kunjungan tercatat pada libur Tahun Baru, tepatnya 1 Januari 2026, dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 2.500 orang dalam satu hari.

 

Diakui Roby, jumlah kunjungan tahun ini mengalami penurunan sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya, menurutnya angka kunjungan pengunjung masih tergolong tinggi.

 

“Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada penurunan. Tapi secara umum pengunjung masih cukup ramai, terutama di akhir pekan,” ujarnya saat dikonfirmasi via telpon, Selasa (06/01/2026).

 

Roby menjelaskan, dalam pantauannya penurunan kunjungan wisatawan tersebut tidak hanya dialami Lakeview, tetapi juga dirasakan sejumlah destinasi wisata lain di Kalimantan Timur. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh melemahnya perekonomian sepanjang 2025.

 

“Pengetatan di sektor tambang, rasionalisasi anggaran dari pemerintah pusat ke daerah, serta daya beli masyarakat yang menurun sangat berpengaruh. Kita lihat juga hotel-hotel tidak seramai tahun lalu,” jelasnya.

 

Namun kondisi ini tidak menyurutkan keyakinan Roby jika Lakeview tetap dapat eksis. Sebagai pihak pengelola Roby optimis terhadap prospek pariwisata ke depan.

 

Dirinya berkeyakinan masih ada minat masyarakat yang cukup tinggi untuk berwisata, hal itu dinilai menjadi sinyal positif bahwa sektor wisata masih memiliki daya tahan di tengah tantangan ekonomi.

 

“Kami tetap optimis. Walaupun ada penurunan pengunjung, namun minat masyarakat untuk berkunjung masih ada dan ini menjadi modal penting untuk terus berkembang,” pungkas Roby.

 

Berdiri pada tahun 2024 Lakeview sendiri merupakan destinasi yang dikonsep bagi para generasi Gen-Z yang menghadirkan berbagai wahana yang cukup menantang adrenalin.

 

Diakui Roby wahana Dragon Slide masih menjadi wahana favorit utama karena menjadi ikon Lakeview. Selain disusul wahana baru Moking Bird di posisi kedua dan Spider Coaster di urutan ketiga.

 

Tidak berhenti disitu, Roby mengaku saat ini pihaknya sedang dalam proses pengembangan kawasan wisata baru yakni Kavalake.

 

“Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 40–50% setelah dibangun selama tiga bulan terakhir. Selama masa pembangunan, pengunjung Lakeview masih diperbolehkan mengakses kawasan Kavalake secara gratis,” kata Roby.

 

“Kavalake ini bagian dari Lajuland, tapi dengan PT dan investor yang berbeda. Konsepnya lebih ke wisata keluarga,” ungkapnya.

 

Ke depan, Kavalake akan dilengkapi 24 unit smart villa, sekitar 300 area camping ground, serta berbagai wahana air. Seluruh wahana air di Lakeview nantinya akan dipindahkan ke Kavalake.

 

Selain itu, akan dibangun pulau buatan bernama Seluang Island yang dilengkapi kolam arus, kolam renang infinity, playground anak, hingga wahana kapal senggol.

 

“Kita juga siapkan area refleksi untuk orang tua dan lansia. Jadi satu kawasan danau ini bisa dinikmati semua usia, dari anak-anak sampai keluarga,” tambahnya.

 

Selain itu Roby menegaskan pihaknya yakni Lajuland juga terus terbuka bagi investor yang ingin bergabung dalam pengembangan kawasan wisata.

“2026 kami fokus menyelesaikan Kavalake hingga opening. Tahun 2027 kami rencanakan pembangunan Dino Park dan Ventureland, serta jogging track sepanjang tiga kilometer mengelilingi danau. Harapannya, danau ini menjadi pusat wisata Samboja,” pungkasnya. (tan)