Aktivitas Pelabuhan di Dermaga Sidayang Kian Ramai, Rencana Perluasan Lahan Parkir Tertahan Efisiensi Anggaran
Aktivitas masyarakat di pelabuhan Dermaga Sidayang, Kecamatan Tanjung Baru. (foto: Fn/Sep)
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Meningkatnya aktivitas penyeberangan dan
arus wisata di Dermaga Sidayang, Kecamatan Tanjung Batu, belum sepenuhnya
diimbangi dengan kesiapan fasilitas pendukung. Salah satu persoalan yang kini
mencuat adalah keterbatasan lahan parkir, sementara rencana pembangunan
fasilitas baru terpaksa tertahan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Sekretaris Daerah
(Sekda) Berau, Muhammad Said, mengakui kondisi parkir di Dermaga Sidayang sudah
berada pada titik mengkhawatirkan. Lahan yang tersedia tidak lagi mampu
menampung kendaraan masyarakat maupun wisatawan yang menggunakan jasa
penyeberangan.
“Lahan parkir di
pelabuhan sudah tidak tersedia dan kondisinya sangat darurat, sementara
kebutuhan parkir terus meningkat,” ungkap Said dalam rapat evaluasi beberapa
waktu lalu.
Dalam kesempatan itu
Said juga menjelaskan bahwasanya Pemkab Berau telah menyiapkan perencanaan
pengembangan area parkir di sisi kiri dan kanan dermaga. Namun, pengetatan
anggaran membuat sejumlah program prioritas harus dikaji ulang, termasuk proyek
penataan parkir pelabuhan.
“Perencanaannya sudah
ada, tapi karena efisiensi anggaran, pelaksanaannya terpaksa ditunda,”
jelasnya.
Persoalan ini, lanjut
Said, telah menjadi pembahasan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) sejak
akhir tahun lalu. Namun, hingga kini solusi permanen belum dapat diwujudkan.
Sebagai jalan tengah, Pemkab Berau memanfaatkan lapangan bola di sekitar kawasan
dermaga sebagai lokasi parkir sementara. Meski dinilai membantu, penggunaan
aset tersebut tetap harus disertai payung hukum yang jelas.
“Untuk sementara kita gunakan lapangan bola. Regulasi dan aspek hukumnya akan kita lengkapi agar tidak menimbulkan persoalan,” ujarnya.
Sementara itu Dinas Perhubungan Berau
mulai melirik solusi jangka menengah berupa parkir apung. Kepala Bidang
Angkutan Darat dan Laut Dishub Berau, Hendra Syaifuddin menyebut keterbatasan
lahan darat menjadi alasan utama munculnya opsi tersebut.
“Rencananya parkir akan dibangun di atas laut, karena lahan di darat sudah dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata,” kata Hendra.
Dishub Berau telah mengusulkan anggaran
sekitar Rp5 miliar untuk merealisasikan parkir apung tersebut. Namun, usulan
itu belum terakomodir dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun berjalan.
Hendra mengakui, sejak awal Dermaga Sidayang memang tidak dirancang sebagai area parkir kendaraan. Padahal, pelabuhan ini menjadi gerbang utama menuju destinasi unggulan Berau, seperti Pulau Derawan dan Maratua.
“Parkir adalah bagian penting dari sarana pendukung. Kalau tidak ditata, tentu akan mengganggu kenyamanan pengunjung,” ujarnya.
Penataan fasilitas pendukung pelabuhan dinilai krusial untuk menjaga kualitas pelayanan transportasi laut sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
“Target kita jelas, memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan. Tanpa
fasilitas yang memadai, pelayanan belum bisa dikatakan maksimal,” pungkasnya.
(sep/FN)