Jejak Purba di Sangkulirang Mangkalihat Merupakan Warisan Dunia dari Perut Bumi Berau
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Membentang seluas sekitar 1,8 juta hektare di Kabupaten Berau dan Kutai Timur, Karst Sangkulirang Mangkalihat tercatat sebagai salah satu kawasan karst terbesar di Indonesia. Di dalamnya tersebar ratusan gua, sungai bawah tanah, dan danau alami, serta lukisan prasejarah yang menjadi bukti keberadaan manusia purba ribuan hingga puluhan ribu tahun silam.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau, Asri Taldo, mengungkapkan bahwa Kabupaten Berau memiliki sedikitnya 15 geosite, sementara 11 geosite lainnya berada di wilayah Kutai Timur. Setiap titik memiliki karakter dan daya tarik yang berbeda, baik dari sisi ilmiah, sejarah, maupun wisata.
“Bupati Berau telah
membentuk tim teknis Geopark Sangkulirang Mangkalihat wilayah Berau. Tim ini
diketuai oleh Sekretaris Daerah dan melibatkan tenaga ahli serta sejumlah
perangkat daerah terkait,” jelas Asri.
Saat ini pun Pemkab
Berau juga tengah memperkuat identitas geopark melalui optimalisasi destinasi
dan infrastruktur yang telah ada. Keraton Sambaliung, Museum Batiwakkal Gunung
Tabur, Museum Batu Bara, hingga ekowisata Labuan Cermin disiapkan sebagai pintu
masuk atau gateway branding Geopark
Sangkulirang Mangkalihat.
“Yang menarik,
sebagian besar geosite di Berau merupakan destinasi yang sudah lama berkembang.
Keterlibatan masyarakat sudah terbentuk, begitu juga sarana dan prasarana
pendukungnya,” ungkapnya.
Ke depan, penetapan
Geopark Sangkulirang Mangkalihat diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan
kunjungan wisata, tetapi juga memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang
konservasi dan edukasi. Alam tidak hanya dinikmati, tetapi juga dipahami dan
dijaga bersama.
Asri pun berharap
Kabupaten Berau dapat berperan sebagai gerbang utama Geopark Sangkulirang
Mangkalihat, tempat wisatawan memulai perjalanan menyusuri jejak purba dan
kekayaan alam Kalimantan Timur.
“Harapannya, Berau
menjadi gateway geopark sehingga seluruh geosite dapat dikunjungi dan
dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tutupnya.
Geopark Sangkulirang Mangkalihat, sebuah bentang alam yang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang bumi dan manusia. Kawasan ini perlahan diperkenalkan sebagai ruang hidup yang memadukan warisan geologi, sejarah peradaban, dan masa depan pariwisata berkelanjutan.
Geopark bukan sekadar
destinasi wisata. Ia adalah konsep besar yang menjadikan alam sebagai ruang
belajar dan ruang menjaga kehidupan. Batuan, gua, dan lanskap karst tidak
diposisikan sebagai objek mati, melainkan sebagai narasi panjang tentang
perubahan bumi dan jejak manusia yang pernah hidup berdampingan dengannya.
(sep/FN)