Budaya K3 Jadi Kekuatan Industri Tambang, PT Berau Coal Raih Penghargaan K3 Kaltim 2026

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di tengah sorotan terhadap risiko kerja sektor industri, khususnya pertambangan, komitmen terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) malah menjadi tolok ukur keseriusan perusahaan tambang terbesar di Bumi Batiwakkal itu menjaga nyawa manusia. Hal inilah yang mengantarkan PT Berau Coal meraih Penghargaan K3 Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026.

 

Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi perusahaan dalam pelaksanaan serta pelaporan kegiatan K3 sepanjang tahun 2025, khususnya melalui peran aktif Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

 

Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) Provinsi Kalimantan Timur 2026, yang digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Jl. MT Haryono No. 656, Balikpapan. Kegiatan ini mengusung tema

 

“Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”

 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya budaya keselamatan kerja sebagai fondasi dunia industri.

 

“Alhamdulillah, kita bersyukur dapat memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berkomitmen menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat. Semoga ini menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya,” ujar Seno Aji.

 

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kinerja perusahaan dalam membangun sistem manajemen K3 yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dijalankan secara nyata di lapangan. Safety Investigation & Risk Control Expert PT Berau Coal, Suparli, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar capaian simbolik, melainkan pengingat atas tanggung jawab besar perusahaan terhadap keselamatan pekerja.

 

 “Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjalankan kinerja K3 secara konsisten, termasuk pelaporan aktif dan pelaksanaan kegiatan P2K3. Bagi kami, K3 bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari budaya kerja yang terus kami bangun untuk memastikan seluruh karyawan dan mitra perusahaan dapat bekerja secara aman, sehat, selamat, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut akan menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi internal maupun eksternal dalam penerapan K3, sejalan dengan target keselamatan kerja nasional. Di sektor pertambangan yang memiliki tingkat risiko tinggi, penghargaan ini menegaskan bahwa budaya K3 bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga produktivitas, reputasi perusahaan, sekaligus perlindungan bagi sumber daya manusia (SDA). (sep/FN)