Sekda Sri Buka Rakertek Pengembangan Kompetensi BPSDM 2026
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Sekprov), Sri Wahyuni, membuka secara resmi Rapat Kerja Teknis (Rakertek) Pengembangan Kompetensi BPSDM Kaltim Tahun 2026, dengan tema Akselerasi Kinerja Organisasi Melalui Transformasi Pembelajaran ASN Coprorate University, yang digelar di Aula BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (10/2/2026).
Sri
Wahyuni membacakan sambutan
Gubernur Kaltim menegaskan bahwa pengembangan kompetensi
aparatur sipil negara (ASN) merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas
pelayanan publik serta mendukung percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, ASN
dituntut terus beradaptasi dengan dinamika perubahan, baik dalam tata kelola
pemerintahan maupun perkembangan teknologi.
“Melalui
Rakertek ini diharapkan terbangun sinergi dan perencanaan yang lebih terarah
dalam penyelenggaraan program pengembangan kompetensi di lingkungan Pemprov
Kaltim. Dan Pengembangan kompetensi bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi
bagian dari investasi sumber daya manusia untuk mewujudkan birokrasi yang
profesional, berdaya saing, dan berintegritas,” ujar Sri.
Sekda
Sri juga mendorong BPSDM Kaltim agar terus berinovasi dalam metode
pembelajaran, termasuk memanfaatkan digitalisasi dan skema pembelajaran
terintegrasi, sehingga peningkatan kapasitas ASN dapat berjalan lebih efektif
dan efisien.
“Konsep
ASN Corporate University bukan sekadar perubahan nomenklatur, tetapi merupakan
pergeseran paradigma dalam pengembangan kompetensi ASN. Pembelajaran harus
dirancang sebagai investasi strategis, yang selaras dengan tujuan organisasi,
menjawab tantangan perubahan, serta mendorong terciptanya ASN yang profesional,
berintegritas, dan berorientasi pada kinerja,”tandasnya.
Sekda
Sri menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong BPSDM
Provinsi Kalimantan Timur untuk terus memperkuat perannya sebagai center of
excellence pengembangan kompetensi ASN, yang mampu merancang kurikulum berbasis
kebutuhan organisasi, memanfaatkan teknologi pembelajaran digital, serta
membangun jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan
praktisi profesional.
Kepala
BPSDM Kaltim Nina Dewi menegaskan,
Pemerintah Provinsi Kaltim telah
melaksanakan penyusunan Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Pegawai
sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan pengembangan kompetensi ASN Tahun
2026.
“Berdasarkan
hasil rekapitulasi AKPK, tercatat sebanyak 35.469 rencana pelaksanaan
pengembangan kompetensi, dengan 2.459 fokus pengembangan kompetensi, serta
melibatkan 47 perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim,” kata
Nina
Jika
dilihat dari pemetaan melalui kelas BPSDM, lanjut Nina terdapat 18.106 rencana pengembangan
kompetensi dengan 1.326 fokus pengembangan kompetensi yang melibatkan 47
perangkat daerah.
Selain itu, melalui fasilitasi anggaran tercatat 61 rencana pengembangan kompetensi dengan 120 fokus pengembangan kompetensi, serta melalui skema kerja sama tercatat 16 rencana pengembangan kompetensi dengan 5 fokus pengembangan kompetensi. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi ASN telah direncanakan secara sistematis, meskipun masih terdapat ruang penguatan dalam optimalisasi kerja sama lintas sektor.
“Berdasarkan
rekapitulasi usulan pengembangan kompetensi dari Pemerintah Kabupaten/Kota
se-Kalimantan Timur Tahun 2026, tercatat 6.674 usulan fasilitasi, 473 usulan
kontribusi, serta 287 usulan fasilitasi, yang menunjukkan tingginya kebutuhan
pengembangan kompetensi ASN di daerah serta komitmen bersama dalam membangun
kualitas aparatur,”ujar Nina Dewi. (mar)