Ramadan di Nusantara Perkuat Persatuan, Menag RI: Masjid Negara IKN Jadi Mercusuar Toleransi
Menteri Agama RI melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Masjid Negara IKN disertai dengan kunjungan lapangan pada Jumat (20/02/2026). (foto : dok humas oikn)
POSKOTAKALTIMNEWS, NUSANTARA
: Semangat persatuan dan harmoni antarumat beragama menguat di Ibu Kota
Nusantara (IKN) seiring pelaksanaan Salat Jumat dan kunjungan kerja Menteri
Agama RI, Nasaruddin Umar, di Masjid Negara IKN, Jumat (20/02/2026). Momentum
Ramadan di Nusantara tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga perekat
kebersamaan bagi ASN, pekerja konstruksi, dan masyarakat sekitar yang
bersama-sama membangun ibu kota Nusantara.
Kunjungan tersebut
memberi bukti nyata dan menegaskan komitmen Otorita IKN bahwa pembangunan
Nusantara dilaksanakan secara menyeluruh, tidak hanya menghadirkan
infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat nilai toleransi, pelayanan publik,
serta ekosistem sosial yang inklusif dan harmonis.
Dalam khutbahnya,
Menteri Agama menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis, bukan sekadar
sebagai tempat ibadah, melainkan pusat pemberdayaan dan pembinaan umat.
“Masjid ini harus
menjadi tempat untuk memberdayakan umat. Masjid ini akan menjadi mercusuar
toleransi, simbol pemersatu umat, rumah besar untuk kemanusiaan,” ujar
Nasaruddin.
Usai pelaksanaan
Salat Jumat, Menag meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas di kawasan
IKN, antara lain progres pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius, RS
Hermina, Rumah Susun ASN 1 serta Kantor Bersama. Peninjauan tersebut
mencerminkan sinergi pembangunan lintas sektor yang terus berjalan untuk
mendukung terbentuknya pusat pemerintahan yang modern sekaligus berlandaskan
nilai kebersamaan.
Kehadiran Menteri
Agama di IKN menjadi bagian dari syiar Ramadan yang menghadirkan suasana
religius, inklusif, dan penuh kebersamaan. Di tengah proses pembangunan yang
terus berlangsung, Nusantara tumbuh sebagai ruang hidup yang mempertemukan
keberagaman dalam semangat persatuan.
Otorita IKN
menegaskan bahwa Ramadan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat
harmoni sosial sekaligus menunjukkan bahwa Nusantara dibangun bukan hanya
sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai simbol Indonesia yang rukun dan
inklusif. (hms-oikn)