Ramadan 2026, IM3 Luncurkan SATSPAM+, Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN: Ramadan selalu membawa lonjakan aktivitas digital. Mulai dari urusan mudik, berbagi THR, belanja kebutuhan Lebaran hingga sedekah digital, semuanya berlangsung hampir bersamaan. Di tengah intensitas itu, masyarakat yang disebut sebagai “Pejuang Ramadan” tetap bergerak dan produktif.

Namun, di balik meningkatnya konektivitas, risiko penipuan digital juga ikut melonjak. Data 2025 mencatat kasus penipuan selama Ramadan meningkat 34,7 persen, dengan 89 persen terjadi melalui WhatsApp dan 64 persen lewat panggilan telepon. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) bahkan mencatat 23.541 laporan penipuan di Pulau Kalimantan dengan total kerugian Rp139,64 miliar, sementara Balikpapan mencapai Rp41,8 miliar.

Melihat kondisi tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui brand IM3 meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan” dengan inovasi perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia melalui fitur SATSPAM+.

“Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, aktivasi fitur anti scam IM3 SATSPAM+ di Balikpapan dan Kalimantan terus bertumbuh. Respons pelanggan sangat positif, apalagi di periode Ramadan ketika komunikasi dan transaksi meningkat,” ujar Yogo Pandego Bagus Widodo, Acting Officer Head of Circle Kalisumapa & SVP Head of Sales Prepaid & Distribution Circle Kalisumapa IOH.

Ia menegaskan, perlindungan digital kini menjadi kebutuhan utama. “Kami ingin pelanggan dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang, tanpa khawatir hasil kerja kerasnya terancam penipuan,” tambahnya.

Menjelang Ramadan, IM3 juga memperkuat 233 BTS di Balikpapan dan 5.135 BTS di Kalimantan, termasuk BTS bergerak di titik mobilitas tinggi seperti kampus, bandara, pusat kota, dan rumah sakit.

Selain itu, IM3 menghadirkan Paket Ramadan SATSPAM+ dengan kuota hingga 300GB, lengkap dengan bonus telepon, SMS, dan akses hiburan, serta perlindungan otomatis tanpa biaya tambahan.

“Di Ramadan, koneksi cepat saja tidak cukup—koneksi juga harus aman,” tutup Yogo.(mid)