Sampah Menggunung, DPRD Minta Sistem Khusus untuk Pasar Sanggam Adji Dilayas

img

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU: Di tengah hiruk-pikuk aktivitas jual beli di Pasar Sanggam Adji Dilayas, persoalan sampah kembali menjadi perhatian. Tumpukan limbah sayuran dan sisa dagangan yang terlihat di sejumlah sudut pasar dinilai mencoreng wajah pusat ekonomi terbesar di Kabupaten Berau.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menilai pengelolaan sampah di kawasan pasar tersebut belum berjalan optimal dan membutuhkan pembenahan serius dari pemerintah daerah.

Menurutnya, persoalan ini bukan hal baru. Kondisi sampah yang menumpuk, khususnya di bagian belakang pasar yang kerap dilalui kendaraan, sudah lama terjadi. “Kalau kita lewat di belakang pasar, sampah sayur itu terlihat sangat banyak. Ini bukan persoalan baru, sudah lama terjadi,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Sutami menjelaskan, salah satu kendala utama adalah keterbatasan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau yang bertanggung jawab terhadap pengangkutan sampah. Dengan jumlah personel dan armada yang terbatas, pengangkutan belum mampu mengimbangi volume sampah harian yang cukup besar dari aktivitas pedagang.

Namun demikian, ia menegaskan kondisi ini tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada DLHK, terlebih di tengah keterbatasan anggaran daerah. Menurutnya, diperlukan sistem pengelolaan yang lebih spesifik dan terstruktur untuk sampah pasar.

“Harus ada sistem khusus untuk sampah Pasar Adji Dilayas. Bisa dengan pengelolaan residu tersendiri dan pemilahan yang jelas. Selama ini semua pedagang membuang sampah di satu titik, sehingga cepat menumpuk,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya jadwal pengangkutan yang lebih rutin, terutama untuk sampah organik seperti sisa sayur yang mudah membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Kalau memungkinkan, pengangkutan dilakukan lebih sering, pagi, siang, dan sore. Jangan sampai dibiarkan menumpuk hingga tiga hari, karena volumenya sangat besar,” tegasnya. Menurut Sutami, pembenahan sistem pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kenyamanan pedagang dan pembeli. Sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, Pasar Sanggam Adji Dilayas seharusnya mencerminkan tata kelola lingkungan yang baik.

Dengan penataan yang lebih terencana, termasuk pemilahan sampah dan pengangkutan terjadwal, ia berharap persoalan yang selama ini berulang dapat segera teratasi dan wajah pasar kembali bersih serta nyaman bagi seluruh masyarakat. (sep/fn)