Diskominfo Berau Dukung Pembatasan Medsos bagi Anak, Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Rencana pembatasan penggunaan media sosial bagi anak yang dijadwalkan mulai 28 Mei mendatang mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Berau. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai dampak negatif di dunia digital.

 

Disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait mekanisme penerapan kebijakan tersebut di daerah.

 

Menurutnya, belum ada kepastian apakah pemerintah daerah akan diminta membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan atau tidak.

 

“Apakah nanti akan dibentuk tim di tingkat kabupaten atau kota, itu masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat. Jika memang ada arahan pembentukan tim, tentu kami siap membentuk tim yang akan bekerja melakukan pengawasan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, jika tidak ada instruksi khusus dari pemerintah pusat, maka kemungkinan pengawasan akan langsung dilakukan secara terpusat. Meski demikian, pemerintah daerah tetap akan memantau perkembangan kebijakan tersebut. Sambil menunggu aturan teknis yang lebih jelas, Diskominfo Berau mengimbau para orang tua agar mulai meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak mereka.

 

“Paling tidak orang tua mulai mengawasi anak-anaknya, khususnya yang memang belum waktunya menggunakan media sosial. Karena bagaimanapun, dampaknya bisa kurang baik bagi perkembangan anak,” jelasnya.

 

Didi menilai pembatasan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pasalnya, tidak sedikit kasus yang melibatkan anak di bawah umur yang berawal dari interaksi di media sosial. Mulai dari kasus perundungan atau bullying di dunia maya, hingga anak yang menjadi korban kejahatan setelah berkenalan dengan orang yang tidak dikenal melalui platform digital.

 

“Beberapa kasus bahkan menunjukkan anak-anak bisa dibawa lari oleh orang yang dikenalnya lewat media sosial. Selain itu ada juga kasus bullying yang berdampak pada psikologis anak,” ungkapnya.

 

Karena itu, ia menegaskan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak merupakan salah satu upaya untuk memberikan perlindungan di ruang digital.

 

“Anak-anak pada usia tertentu memang belum siap secara mental menghadapi berbagai risiko di dunia digital. Jadi ini salah satu langkah untuk melindungi mereka,” tutupnya. (sep/FN)