Yayasan Saunah Gelar Haflah Akhirussanah ke-VII, Luluskan Penghafal Al-Qur’an 30 Juz

img

(Para Santri Yayasan Saunah Kaltim yang di Wisuda pada Haflah Akhirussunnah ke Vll/pic:Tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Yayasan Saunah Kaltim kembali menggelar kegiatan Haflah Akhirussanah ke-VII sebagai bentuk syukur atas capaian para santri dalam menghafal Al-Qur’an. Kegiatan tersebut dilaksanakan dikawasan Jalan Mawar  Tenggarong, Kamis (12/03/2026) dan dihadiri oleh para santri, pengurus yayasan, wali santri, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah santri Rumah Tahfidz Qur’an Saunah mengikuti prosesi khatam dan wisuda tahfidz. Empat santri di antaranya berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sementara santri lainnya telah mencapai hafalan beberapa juz sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Ketua Pembina Yayasan Saunah Kaltim, Santi Mariana, mengatakan bahwa kegiatan Haflah Akhirussanah merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi momen penting untuk memberikan apresiasi kepada para santri yang telah berjuang menghafal Al-Qur’an.

“Alhamdulillah tahun ini kembali dilaksanakan Haflah Akhirussanah yang ke-VII. Ada empat santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz, sementara santri lainnya juga terus melanjutkan hafalan mereka,” ujarnya saat diwawancarai disela-sela acara.

Ia menjelaskan, jumlah santri yang belajar di Rumah Tahfidz Qur’an Saunah saat ini mencapai lebih dari 30 hingga sekitar 40 orang. Selain fokus pada program tahfidz Al-Qur’an, para santri juga tetap menjalani pendidikan formal di sekolah masing-masing.

Menurut Santi Mariana, sejak awal berdiri hingga saat ini, Rumah Tahfidz Qur’an Saunah tidak memungut biaya dari para santri. Seluruh kegiatan operasional didukung oleh para donatur yang peduli terhadap pendidikan Al-Qur’an.

“Sejak berdirinya rumah tahfidz ini, kami tidak pernah memungut biaya dari para santri. Semua berjalan berkat dukungan para donatur,” jelasnya.

Untuk menjadi santri di Rumah Tahfidz Qur’an Saunah, Santi mengatakan calon santri diwajibkan memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an dengan baik serta siap mengikuti aturan dan pembinaan yang berlaku di lembaga tersebut. Dalam menarik minat masyarakat, diakuinya pihak yayasan aktif melakukan sosialisasi.

“Pada awal berdirinya, sosialisasi dilakukan melalui pendekatan dari mulut ke mulut yang juga dibantu oleh salah satu pembina, Ustadz Herman, yang turut mendukung pembinaan para penghafal Al-Qur’an,” kata Santi.

Selain itu Santi mengaku seiring perjalanan waktu, sejumlah santri Rumah Tahfidz Qur’an Saunah juga berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai perlombaan Al-Qur’an di tingkat daerah. Beberapa di antaranya pernah meraih juara dua di tingkat kabupaten, serta ada santri yang mewakili Kutai Barat dan berhasil meraih juara.

Sebagai pembina Santi Mariana berharap kegiatan Haflah Akhirussanah ini dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan hafalan Al-Qur’an serta menjadi generasi yang berakhlak baik.

“Harapan kami, Rumah Tahfidz Saunah dapat terus mendukung pendidikan anak-anak, baik pendidikan formal maupun nonformal, serta melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Yayasan Saunah Rumah Tahfidz Qur’an Saunah, Agus Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan Akhirussanah menjadi momen penting bagi para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

“Anak-anak bisa memiliki agenda Akhirussanah khataman 30 juz. Tidak hanya sekadar hafal, tetapi juga diharapkan terus menjaga hafalannya,” ujar Agus dihadapan para santri dan tamu undangan.

Ia berpesan kepada para santri yang telah menyelesaikan hafalan agar tetap menjaga dan mengulang hafalan Al-Qur’an mereka meskipun telah kembali ke rumah masing-masing.

“Biasanya setelah ini anak-anak kembali ke alamat masing-masing. Pesan saya, jangan lupakan Al-Qur’annya, tetap harus dimurojaah hingga akhir. Semoga semuanya menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” pesannya.

Agus juga menyebutkan bahwa beberapa lulusan Rumah Tahfidz Qur’an Saunah bahkan telah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sehingga potensi masa depan para santri terus didukung oleh pihak yayasan.

“Mudah-mudahan ke depan kami bisa memiliki bangunan yang lebih layak, permanen, dengan asrama sendiri sehingga para santri bisa lebih nyaman dalam menghafal Al-Qur’an,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama perwakilan santri, Fatar Ixar, juga menyampaikan rasa syukur dan haru atas perjalanan panjang yang dilalui para santri hingga mampu menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

“Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi kami para santri Saunah yang telah menyelesaikan 30 juz. Namun perjalanan ini tidak mudah. Kami ingat ketika pertama kali menghafal, sering lupa dan harus mengulang berkali-kali. Ada saatnya kami semangat, tetapi ada juga saat kami lelah bahkan hampir menyerah,” ungkapnya.

Ia menuturkan, saat para santri mengalami kesulitan, para ustaz dan ustazah selalu memberikan semangat serta mengingatkan bahwa setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para ustaz dan ustazah yang selalu membimbing dan menjadi cahaya penuntun bagi kami. Terima kasih juga kepada ayah dan ibu tercinta yang tidak pernah lelah mendoakan kami. Mungkin kami tidak selalu melihat perjuangan dan doa mereka, tetapi tanpa doa orang tua, hari ini tidak mungkin terwujud,” terangnya.

Fatar menegaskan bahwa menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an bukanlah akhir, melainkan awal dari amanah besar yang harus dijaga sepanjang hidup.

“Bagi kami, 30 juz bukan akhir, tetapi awal dari amanah besar. Kami harus mengamalkan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan Akhirussanah Rumah Tahfidz Qur’an Saunah dilaksanakan setiap tahun, dan pada tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan yang ke-VII sejak berdirinya lembaga tersebut. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi motivasi bagi para santri untuk mencintai dan menjaga Al-Qur’an sepanjang hidup mereka. (tan)