PHE Perkuat Peran Strategis Jaga Ketahanan Energi Nasional Jangka Panjang
Direktur
Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi, Edi
Karyanto
POSKOTAKALTIMNEWS, MALANG: PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina terus memperkuat peran strategisnya dalam menjaga ketahanan energi nasional, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memastikan keberlanjutan pasokan energi dalam jangka panjang.
Di tengah dinamika
geopolitik global, disrupsi rantai pasok energi, serta volatilitas harga minyak
dan gas dunia, penguatan fondasi energi domestik menjadi faktor kunci dalam
menjaga ketahanan energi nasional. Dalam hal ini, PHE berperan dalam pengelolaan
sekitar 27% wilayah kerja di Indonesia, dengan kontribusi 65% lifting minyak
domestik dan 35% lifting gas domestik.
Direktur Perencanaan
Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi, Edi Karyanto,
menegaskan bahwa ketahanan energi jangka panjang memerlukan keseimbangan antara
optimalisasi produksi saat ini dan pembangunan keberlanjutan masa depan.
“PHE berkomitmen menjaga
keberlanjutan produksi migas nasional melalui optimalisasi aset eksisting,
eksplorasi sumber daya baru, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan
recovery rate. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketahanan
energi nasional yang berkelanjutan,” ujarnya dalam kegiatan media engagement,
Kamis (9/4/2026).
Sepanjang 2025, PHE
mencatatkan produksi sebesar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD),
yang terdiri dari 557 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 2,8 miliar kaki
kubik gas per hari (BCFD). Capaian ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga
keandalan pasokan energi sekaligus menopang kebutuhan energi jangka panjang
Indonesia.
Untuk memperkuat ketahanan
energi nasional secara berkelanjutan, pada 2026 PHE menjalankan berbagai
program strategis, antara lain pengembangan lapangan migas, implementasi
Enhanced Oil Recovery (EOR), eksplorasi wilayah prospektif, minyak non
konvensional, serta evaluasi peluang merger dan akuisisi guna memperkuat
portofolio hulu migas.
Selain itu, PHE juga
mempersiapkan transformasi energi melalui upaya pengembangan bisnis rendah
karbon sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. “Ketahanan
energi ke depan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi
juga oleh kemampuan beradaptasi terhadap transisi energi. Karena itu, PHE
mendorong inisiatif dekarbonisasi operasi serta pengembangan bisnis Carbon
Capture, Utilization and Storage (CCUS)/ Carbon Capture Storage (CCS)” tambah
Edi.
Sebagai wujud komitmen
tersebut, sepanjang 2025 PHE berhasil menurunkan emisi sebesar 1,6 juta ton
CO2e melalui berbagai program efisiensi energi, penurunan flaring, serta
pemanfaatan energi rendah karbon.
PHE juga terus memperkuat
aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE), tata kelola perusahaan,
serta sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna memastikan
keberhasilan proyek strategis hulu migas yang berkelanjutan. Ke depan, PHE akan
terus memperkuat perannya sebagai strategic growth engine Pertamina Group di
sektor hulu migas, sekaligus memastikan Indonesia memiliki fondasi energi yang
kuat, tangguh, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan energi global
jangka panjang.
PHE akan terus
berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip
Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen
Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan
memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi
Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO
37001:2016.(***)