Stok Sembako Aman, Menjelang Natal dan Tahun Baru

img

SAMARINDA- Menjelang Natal dan tahun baru 2018,  stok (ketersediaan)  kebutuhan barang pokok di Kaltim  masih aman,  bahkan  5 bulan sampai  6 bulan kedepan.

Kepala Biro Perekonomian  Setdaprov Kaltim H  Nazrin mengatakan, berdaarkan hasil rapat  High Level Meeting  Tim Inflasi  Daerah (TPID) provinsi dan TPID kabupaten/kota , kondisi  stok  sembako  saat  ini sampai menjelang natal dan tahun baru, masih aman  dimana stok bisa sampai 6 bulan kedepan. 

Berdasarkan  laporan  dari kabupaten/kota , stok sembako masih aman, begitu juga dengan perkembangan harga yang signifikan, baik harga beras, gula, minyak goreng maupun kebutuhan lainnya,” kata Nazrin, Selasa (17/12/2019)

Untuk harga lanjut Nazrin, untuk harga  minggu lalu  memang ada kenaikan khususnya harga daging  ayam,  tetapi sekarang sudah turun ke harga awal,  jadi pada prinsipnya harga sembako maupun harga kebutuhan daging  masih aman.

“ Oleh karena itu, kita harapkan masyarakat jangan lagi membeli kebutuhan secara berlebihan, karena kalau hal tersebut tentu menimbulkan dampak  terhadap kenaikan harga dipasaran,” tandasnya.  

Untuk mengantisipasi  naiknya harga kebutuhan pokok , lanjut Nazrin diharapkan kabupaten/kota bisa melaksanakan oprasi pasar maupun kegiatan pasar murah,  dengan bekerjasama dengan Bulog maupun dengan para distributor .

“ Sebenrnya tidak ada masalah, hanya saja  kalau terjadi lonjakan harga , diharapkan  kabupten/kota  bisa melakukan oprasi pasar maupun kegiatan pasr murah dengan bekerjasama bulog maupun  para distributor , sebagai upaya untuk menekan lonjakan harga, bahkan beberapa daerah sudah menyelenggarakan pasar murah, seperti Kabupaten Kutai Barat maupun daerah lainnya ” kata Nazrin.  

Dalam menyonsong natal dan tahun batu, Nazrin mengharapkan  kepada seluruh masyarakat  di Kaltim untuk tetap tenang dan jangan  panik serta tidak mudah terpengaruh terhadap kenaikan harga akibat stok kurang,  karena pemerintah akan selalu memantau  kegiatan  pasar  di kabupaten/kota.

 " Oleh karena itu pola pikir masyatakat harus dirubah, bahwa setiap menjelang hari-hari besar keagamaan tidak ada kenaikan harga kebutuhan, karena sebelumnya kita sudah melakukan antisipasi terkait stok kebutuhan pokok, maka dari itu masyarakat dihimbau tidak perlu resah,dan kalut tetapi harus bijak dalam membeli kebutuhan harus sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan," paparnya.

Nazrin  juga  mengimbau kepada masyarakat untuk mengimformasikan kalau ada terjadi kenaikan harga akibat kekosongan stok, sehingga bisa dilakukan antisipasi pencegahan dan tidak menimbulkan dampak lainnya.

"Kita harapkan masyarakat bisa  memantau dan melaporkan bila ada kenaikan akibat kelangkaan kebutuhan karena keterlambatan pendistribusian kebutuhan bahan pokok, sehingga bisa secepatnya dilakukan antisipasi, khususnya pada daerah-daerah  yang rawan," pinta Nazrin.

Stok barang dan kebutuhan pokok di Kaltim masih aman sampai 5 sampai 6 bulan kedepan seperti, beras Bulog 13.555 ton, beras Non Bulog  40.097 ton, gula pasir 42.484  ton, minyak goreng 14.012 ton, mentega 2.826 ton,  jagung pipilan 6.030 tepung  terigu 5.801 ton, kacang kedelai 3.979  ton, telur ayam 6.040 ton, daging sapi 4.474  ton dan daging ayam 8.318, susu bubuk 4.511 ton, garam beryoduim 2.103 ton. (mar/poskotakaltimnews.com)