Dukung Ketahanan Energi Nasional, Elnusa Catat Kinerja Operasional Positif di Kuartal I 2026
JAKARTA: PT Elnusa Tbk (Elnusa), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mencatatkan kinerja operasi yang solid sepanjang kuartal I 2026. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjalankan strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan lini bisnis utama, peningkatan efisiensi operasional, serta ekspansi portofolio usaha.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari kontribusi aktif Perseroan dalam mendukung ketahanan energi nasional. “Sebagai bagian dari ekosistem energi nasional, Elnusa terus berkomitmen menghadirkan layanan yang andal dan terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, guna memastikan kelancaran distribusi dan keberlanjutan pasokan energi di Indonesia,” ujar Andri.
Kinerja positif Elnusa terutama didorong oleh segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Maret 2026, volume throughput jasa transportasi bahan bakar meningkat sebesar 22% secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini turut didukung oleh peningkatan aktivitas distribusi energi yang tercermin dari realisasi transportasi mencapai 7 juta kiloliter, pengelolaan depot bahan bakar minyak sebesar 965 ribu kiloliter dan LPG sebanyak 31 ribu ton, serta penjualan BBM inmar dan pelumas yang mencapai 52 ribu kiloliter. Selain itu, distribusi bahan kimia tercatat sebesar 31,55 ribu drum, sementara fuel retail mencapai 3 ribu kiloliter.
Pada lini jasa hulu migas terintegrasi, Elnusa mencatatkan kinerja operasional yang stabil melalui aktivitas survei seismik 3D seluas 47,08 km² dan survei 2D sepanjang 4,16 km. Untuk layanan sumur, well testing menjadi layanan dengan volume aktivitas tertinggi dengan penanganan sebanyak 2.578 sumur, diikuti wireline logging sebanyak 327 sumur. Aktivitas lainnya meliputi coiled tubing services sebanyak 139 sumur, cementing sebesar 70 sumur, hydraulic workover unit sebanyak 56 sumur, serta thru tubing services sebesar 33 sumur. Di sisi pengeboran, Elnusa juga menjalankan aktivitas modular rig pada 2 sumur, mencerminkan keberlanjutan proyek dan tingginya kebutuhan layanan hulu migas.
Selain memperkuat lini bisnis inti, Elnusa juga terus mendorong diversifikasi usaha sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Perseroan memperluas jangkauan internasional melalui anak Usahanya Elnusa Fabrikasi Konstruksi dalam aktivitas trading OCTG yang melibatkan proyek di Aljazair (EFK – PIEP). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Elnusa dalam memperluas sumber pendapatan serta meningkatkan daya saing di pasar global.
Pada segmen jasa penunjang migas, Elnusa menunjukkan performa yang konsisten dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95% serta pengelolaan 186 kontrak berjalan. Perseroan juga terus memperkuat kapabilitas melalui transformasi digital dan kolaborasi strategis, termasuk pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Di sisi marine support, operasional berjalan efisien dengan tingkat non-productive time yang sangat rendah, yaitu 0,02%, didukung oleh rata-rata operasional 65 unit kapal dan pelaksanaan 18 proyek non-asset based.
Menutup pernyataannya, Andri Haribowo menegaskan
bahwa Elnusa akan terus memperkuat daya saing operasional melalui inovasi dan
sinergi. “Ke depan, kami akan terus mengakselerasi penguatan kapabilitas
layanan terintegrasi, meningkatkan efisiensi, serta memperluas diversifikasi
bisnis guna menangkap peluang pertumbuhan baru, termasuk di pasar
internasional, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Andri.(pk)