AHN : "Kaltim Harus Beda Dengan Jakarta"
TENGGARONG-
Satu-satunya perwakilan Kaltim yang duduk di Komisi II DPR RI, Aus Hidayat
Nur(AHN) asal Fraksi PKS, mendorong percepatan pembahasan RUU Ibu Kota
Negara(IKN) Baru menjadi UU agar segera disahkan, mengantisipasi agar IKN baru
di Kaltim tidak berkelanjutan.
"Saya akan
berjuang, agar pembahasan RUU IKN menjadi agenda prioritas, kita tidak ingin
IKN di Kaltim hanya sekedar wacana saja, tapi harus diwujudkan," ungkap
AHN, saat gelar Bincang Aspiratif bersama penulis dan penggiat literasi Kukar,
Kamis(26/12/2019) sore, di resto Sari Kutai Tenggarong.
AHN memastikan,
konsep pembangunan IKN yang dia dapatkan dari Kementerian Agraria RI, bahwa IKN
yang ada di Kaltim, betul-betul ramah lingkungan, kearifan lokal dan kebudayaan
Kukar dan PPU jangan sampai hilang dengan adanya IKN, masyarakat Kaltim harus
menyambutnya dengan baik, karena pergerakan ekonomi masyarakat akan semakin
masif, dampak dari adanya IKN.
"Saya
memberikan catatan penting ke Pemerintah, IKN Kaltim akan berbeda dengan
Jakarta, IKN Kaltim nantinya tidak ada praktek perjudian dan negatif lainnya,
yang akan memberikan citra buruk ke Kaltim, ini jangan sampai terjadi,"
jelasnya.
Sementara itu,
Ketua Forum Lingkar Pena(FLP) Kaltim Aris Setiawan mengharapkan, kepada anggota
DPR RI AHN, bisa memperjuangkan aspirasi para penulis dan penggiat literasi
Kukar, sebagai upaya persiapan menuju IKN Baru di Kaltim. Harapan besarnya
Kukar akan menjadi kota Kreatif untuk skala Nasional.
"Karya
penulis dan penggiat literasi Kukar sudah ada yang menjuarai sampai tingkat
nasional, ini menunjukan kita siap menuju IKN, akan tetapi tetap harus mendapat
dukungan dari anggota DPR RI perwakilan Kaltim, untuk berjuang bersama,"
Ujar Aris, yang juga sebagai Pendidik di SMAN 02 Loa Kulu.
Masukan lain,
disampaikan Ketua Gerakan Literasi Kukar(GLK) Erwan Riyadi mengatakan, gerakan
literasi di Kukar semakin bergeliat, minat membaca masyarakat Kukar juga sangat
tinggi, namun masih ada kekurangan yang harus diselesaikan bagi pengambil
kebijakan masyarakat.
"Contohnya,
ada desa di Kecamatan Muara Kaman, jaraknya desa tersebut dengan kecamatan
sekitar 3 jam, masyarakatnya mau membaca buku, namun bahan bacaan sangat minim
di desa tersebut, diharapkan desa-desa bisa siap menyambut IKN,"
pungkasnya.and/poskotakaltimnews.com