Semester Pertama, Kukar Kantongi PAD Rp874 Miliar
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Baru memasuki semester pertama tahun anggaran 2026,
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sudah mengantongi Pendapatan
Asli Daerah (PAD) sebesar Rp874,51 miliar.
Berdasarkan data realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dirilis Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Senin (1/6/2026), angka tersebut telah mencapai 80,07 persen dari target PAD tahun ini sebesar Rp1,092 triliun.
Capaian tersebut
menunjukkan kinerja penerimaan daerah yang cukup positif di tengah upaya
pemerintah daerah memperkuat kapasitas fiskal ditambah dengan target PAD Kukar
tahun 2026 meningkat 14,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga
realisasi yang telah menembus 80 persen menjadi sinyal optimistis menjelang
akhir tahun anggaran.
Berdasarkan rincian data
APBD 2026, komponen terbesar PAD Kukar masih berasal dari lain-lain PAD yang
sah dengan nilai mencapai Rp822,41 miliar.
Sementara itu, penerimaan
dari pajak daerah tercatat sebesar Rp36,33 miliar dan retribusi daerah sebesar
Rp15,77 miliar.
Di tengah capaian
tersebut, Pemerintah Kabupaten Kukar terus berupaya menggali sumber-sumber
pendapatan baru guna mengurangi ketergantungan terhadap transfer anggaran dari
pemerintah pusat.
Langkah itu dinilai
penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik di daerah.
Bupati Kukar, Aulia Rahman
Basri mengatakan optimalisasi PAD menjadi salah satu fokus pemerintah daerah
pada tahun 2026.
Menurutnya, peningkatan
pendapatan daerah akan memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah
dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“Salah satu fokus kita
adalah bagaimana memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi
pendapatan asli daerah sehingga pembangunan tidak hanya bergantung pada dana
transfer dari pusat,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).
Aulia menuturkan sektor
pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit masih menjadi sektor
potensial yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah.
Karena itu, Badan
Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar saat ini terus melakukan pemetaan dan
identifikasi terhadap sejumlah objek pajak yang dinilai masih dapat
dioptimalkan.
“Teman-teman Bapenda sudah
bergerak mengidentifikasi pajak kendaraan bahan bakar bermotor, alat berat, dan
pajak air permukaan. Nilainya cukup besar untuk kita tingkatkan,” kata dia.
Menurutnya, optimalisasi
berbagai potensi penerimaan tersebut akan memperkuat kemampuan keuangan daerah
dalam membiayai pembangunan infrastruktur, pelayanan dasar, serta
program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Setelah bulan Juni, kita
akan melaksanakan evaluasi satu semester. Di situ kita akan membuat penyesuaian
sesuai dengan proyeksi pendapatan dan dana transfer yang dimiliki pemerintah
daerah,” tutupnya. (kriz)