Pemkab Berau Berencana Perpanjang Dermaga Maratua untuk Perkuat Ekonomi dan Konektivitas Kepulauan

img

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya pengembangan infrastruktur di wilayah kepulauan, salah satunya melalui rencana perpanjangan dermaga di Kampung Teluk Harapan, Pulau Maratua. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperlancar distribusi bahan bakar minyak (BBM), mendukung aktivitas nelayan dan transportasi laut, sekaligus memperkuat sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.

 

“Karena dermaga memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat Pulau Maratua. Tidak hanya menjadi tempat bersandar kapal, fasilitas tersebut juga menjadi urat nadi distribusi logistik, pasokan energi, hingga akses utama yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai aktivitas ekonomi dan pariwisata,” ungkap  Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, belum lama ini.

 

Apalagi tambahnya, kebutuhan peningkatan kapasitas dermaga semakin mendesak seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan berkembangnya sektor pariwisata di kawasan kepulauan tersebut.

 

Saat ini, para nelayan dan pelaku usaha jasa transportasi laut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait distribusi BBM yang bergantung pada kapal pengangkut. Kondisi dermaga yang ada dinilai belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan kapal, khususnya saat terjadi pasang surut air laut.

 

“Untuk hal itu kami juga  telah berdiskusi dengan Dinas Perhubungan terkait kebutuhan penambahan panjang dermaga sekitar 10 meter agar kapal dapat bersandar dengan lebih optimal,” terang Sri Juniarsih.

 

Ia menjelaskan, salah satu pengguna utama dermaga tersebut adalah Pertamina yang secara rutin mendistribusikan BBM ke Pulau Maratua sekitar dua kali dalam sebulan. Namun, keterbatasan fasilitas yang ada membuat proses sandar kapal belum berjalan maksimal sehingga berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi energi ke masyarakat.

 

Karena itu, Pemkab Berau menilai perpanjangan dermaga menjadi solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan wilayah kepulauan.

 

Menurut Sri Juniarsih, keberadaan dermaga yang lebih representatif akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas nelayan, pelaku usaha transportasi laut, perdagangan, hingga masyarakat yang bergantung pada kelancaran arus logistik.

 

Selain itu, pengembangan dermaga juga diyakini akan memperkuat sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Maratua. Sebagai destinasi wisata bahari unggulan Kalimantan Timur yang dikenal hingga mancanegara, Maratua membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar akses wisatawan dan distribusi kebutuhan sektor wisata dapat berjalan lebih lancar.

 

Dengan fasilitas pelabuhan yang lebih baik, kapal-kapal berukuran besar akan lebih mudah bersandar sehingga konektivitas antara Maratua dengan wilayah lain dapat semakin meningkat.

 

“Kami akan terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar dermaga tersebut dapat diperpanjang sehingga kapal-kapal berukuran besar lebih mudah bersandar,” katanya.

 

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Berau berharap dukungan pendanaan dapat diperoleh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pokok-pokok pikiran anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, maupun bantuan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Sri Juniarsih menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

 

Meski di tengah tantangan efisiensi anggaran, Pemkab Berau tetap berkomitmen untuk mendorong pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan ekonomi daerah.

“Potensi pariwisata dan sumber daya alam yang kita miliki harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (sep/FN/advertorial)