AirAsia Kembali Mengudara di Berau Setelah Vakum Dua Bulan, Libur Sekolah dan Maratua Music Festival Picu Lonjakan Penumpang di Bandara Kalimarau

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kembalinya maskapai AirAsia melayani rute penerbangan menuju Kabupaten Berau menjadi angin segar bagi sektor transportasi udara dan pariwisata di Bumi Batiwakkal. Setelah sempat menghentikan operasional selama dua bulan akibat penyesuaian bisnis, maskapai berbiaya hemat tersebut resmi kembali mengudara mulai Juli 2026.

 

Kehadirannya langsung berdampak pada meningkatnya jumlah penumpang di Bandara Kalimarau, terlebih bertepatan dengan momentum libur sekolah serta pelaksanaan Maratua Music Festival yang menyedot perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

 

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Berau, Patah Atabri, mengungkapkan rasa syukurnya atas kembali beroperasinya AirAsia di Berau. Menurutnya, penerbangan perdana telah berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.

 

"Alhamdulillah mulai bulan Juli ini AirAsia sudah kembali beroperasi. Kemarin penerbangan perdana sudah terlaksana untuk rute Surabaya–Berau dengan transit di Balikpapan. Ke depan penerbangan akan dijadwalkan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu," ujar Patah Atabri saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/7/2026).

 

Ia mengatakan, kembalinya AirAsia menjadi tambahan pilihan transportasi udara bagi masyarakat Berau sekaligus memperkuat konektivitas daerah dengan kota-kota besar di Indonesia. Dampaknya mulai terlihat dari meningkatnya arus penumpang yang datang maupun berangkat melalui Bandara Kalimarau.

 

Menurut Patah, peningkatan jumlah penumpang dipengaruhi beberapa faktor. Selain memasuki masa libur sekolah yang identik dengan tingginya mobilitas masyarakat, penyelenggaraan Maratua Music Festival juga menjadi magnet yang mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Berau.

 

"Momentum libur sekolah dan adanya Maratua Music Festival memberikan dampak yang sangat positif. Penumpang yang datang ke Berau meningkat. Ada yang melalui Jakarta, ada juga yang melalui Surabaya sebelum melanjutkan penerbangan ke Berau," jelasnya.


Ia berharap kondisi tersebut terus berlanjut sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

 

Patah menjelaskan, penghentian sementara operasional AirAsia beberapa waktu lalu bukan disebabkan minimnya minat penumpang, melainkan sebagai langkah penyesuaian bisnis maskapai di tengah melonjaknya harga avtur. Menurutnya, saat itu harga avtur mengalami kenaikan signifikan, dari sekitar Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu per liter. Kondisi tersebut memaksa maskapai melakukan efisiensi dengan mengurangi sejumlah rute penerbangan domestik maupun internasional.

 

"Karena kenaikan harga avtur yang cukup tinggi, AirAsia melakukan penyesuaian jaringan penerbangan untuk menjaga keseimbangan bisnis. Beberapa rute yang terdampak di antaranya Berau, Tarakan, Kendari, Luwu, termasuk beberapa penerbangan internasional dari Denpasar," terangnya.

 

Namun, seiring membaiknya kondisi operasional dan tingginya permintaan pasar, AirAsia akhirnya kembali membuka rute menuju Berau. Sementara itu, rute menuju Kendari dan Luwu hingga kini masih belum kembali dioperasikan. Dari sisi tingkat keterisian kursi atau load factor, Patah menyebutkan performa penerbangan menuju Berau menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Tingkat okupansi penerbangan dari Berau mencapai sekitar 78 persen, sedangkan untuk rute Balikpapan–Surabaya bahkan telah menyentuh angka 100 persen.

 

"Capaian ini menunjukkan minat masyarakat terhadap layanan penerbangan AirAsia masih sangat tinggi. Mudah-mudahan ke depan operasionalnya semakin lancar dan frekuensi penerbangan dapat terus dipertahankan bahkan ditambah sesuai kebutuhan," katanya.

Kembalinya AirAsia di Bandara Kalimarau diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan sektor pariwisata, investasi, dan perekonomian Kabupaten Berau. Dengan konektivitas udara yang semakin baik, peluang meningkatnya kunjungan wisatawan ke destinasi unggulan seperti Kepulauan Maratua, Derawan, Kakaban, hingga Sangalaki diyakini akan semakin terbuka, sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai salah satu gerbang utama pariwisata di Kalimantan Timur. (sep/FN)