Diskoperindag Berau Cetak Calon Eksportir Baru, Produk Lokal Didorong Naik Kelas hingga Siap Bersaing di Pasar Internasional
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat langkah agar produk-produk unggulan daerah tidak hanya berjaya di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional. Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) kini mulai dipersiapkan menjadi calon eksportir dengan meningkatkan kualitas, citra, hingga daya saing produk.
Komitmen tersebut
diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Citra Produk Ekspor
bagi Pelaku UKM dan IKM Bidang Perdagangan Luar Negeri yang diikuti 25 pelaku
usaha dari berbagai sektor potensial di Kabupaten Berau.
Kepala Diskoperindag
Berau, Eva Yunita, mengatakan, Berau memiliki kekayaan sumber daya alam dan
beragam produk unggulan yang memiliki peluang besar untuk dipasarkan ke luar
negeri. Namun, peluang tersebut hanya bisa diwujudkan apabila pelaku usaha
mampu memenuhi standar kualitas, memahami kebutuhan pasar global, serta
memiliki strategi pemasaran yang tepat.
Menurutnya, saat ini
persaingan produk di pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas
barang semata. Kemasan yang menarik, identitas merek (branding), legalitas
usaha, sertifikasi, hingga konsistensi produksi menjadi syarat penting agar
produk mampu diterima oleh konsumen mancanegara.
"Berau memiliki
berbagai produk unggulan yang potensial untuk diekspor. Karena itu, para pelaku
UKM dan IKM perlu dibekali pengetahuan mengenai peluang pasar, standar produk,
hingga prosedur ekspor agar mampu bersaing di pasar global," ujar Eva.
Ia menjelaskan,
peningkatan citra produk merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai
tambah komoditas lokal. Produk yang memiliki kemasan profesional, identitas
merek yang kuat, serta memenuhi standar mutu akan memiliki peluang lebih besar
memasuki pasar ekspor dibanding hanya mengandalkan kualitas produk.
"Persaingan di
pasar internasional sangat ketat. Karena itu, pelaku usaha harus mampu
menyesuaikan produknya dengan kebutuhan konsumen global, mulai dari kualitas,
kemasan, hingga kelengkapan dokumen dan legalitas," jelasnya.
Dalam kegiatan
tersebut, Diskoperindag menghadirkan narasumber dari Export Center Balikpapan
dan Bea Cukai Tanjung Redeb. Para peserta memperoleh materi mengenai strategi
membuka akses pasar ekspor, tata cara ekspor-impor, prosedur kepabeanan, hingga
regulasi perdagangan internasional yang wajib dipenuhi oleh pelaku usaha.
Tak hanya itu,
peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun jaringan bisnis,
membaca tren pasar global, serta memanfaatkan peluang ekspor melalui platform
digital yang kini semakin berkembang.
Sebanyak 25 pelaku
UKM dan IKM yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai sektor usaha, mulai
dari pengolahan pangan, kerajinan tangan, hingga produk berbasis komoditas
lokal. Mereka dipilih karena dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan
menjadi produk ekspor yang mampu bersaing di pasar luar negeri.
Eva berharap, kegiatan ini tidak berhenti sebagai pelatihan semata, tetapi menjadi titik awal lahirnya eksportir-eksportir baru dari Kabupaten Berau. Dengan semakin banyak produk lokal yang berhasil menembus pasar internasional, diharapkan mampu meningkatkan nilai jual komoditas daerah, memperluas pasar, membuka lapangan kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Kami ingin
semakin banyak produk asli Berau yang mampu menembus pasar ekspor. Pemerintah
daerah akan terus memberikan pendampingan agar potensi komoditas lokal dapat
berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,"
pungkasnya. (sep/FN)