Tak Hanya Pangan Murah, Festival Rakyat Samasta Kukar Bangkitkan Aktivitas Ekonomi Desa
Festival Rakyat
Samasta Kukar 2026 yang di gelar oleh mahasiswa KKN UGM di KPT Desa Sumber
Sari, Kecamatan Loa Kulu. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Tak hanya menjadi tempat berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, menjelma menjadi pusat aktivitas warga pada Sabtu (1/8/2026).
Lapak UMKM dipadati
pengunjung, sementara Gerakan Pangan Murah turut menjadi magnet yang
menghidupkan kawasan dan menghadirkan perputaran ekonomi bagi warga desa.
Festival Rakyat
Samasta Kukar 2026 merupakan salah satu agenda Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten
Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, serta
melibatkan masyarakat sekitar.
Berbagai kegiatan
digelar dalam satu rangkaian, mulai dari Gerakan Pangan Murah, bazar UMKM,
pemeriksaan kesehatan, senam bersama, pentas seni, hingga hiburan rakyat.
Kepala Desa Sumber
Sari, Sutarno, mengatakan penyelenggaraan Festival Rakyat berawal dari gagasan
mahasiswa KKN UGM yang ingin menghadirkan program dengan manfaat langsung bagi
masyarakat, khususnya dalam mempermudah akses memperoleh kebutuhan pangan dengan
harga yang lebih terjangkau.
"Latar belakang
kegiatan ini memang salah satu gagasan dari teman-teman KKN UGM. Harapannya,
kegiatan ini mampu membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pangan
dengan harga yang lebih murah," ujarnya.
Gerakan Pangan Murah
menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gas elpiji, telur, dan
komoditas lainnya dengan harga di bawah pasaran.
Tingginya antusiasme
masyarakat, menurut Sutarno, menjadi bukti bahwa program tersebut memberikan
manfaat nyata sehingga diharapkan dapat terus berlanjut.
"Kami juga
berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi bisa
berkelanjutan, bahkan kalau memungkinkan dapat dilaksanakan sebulan sekali.
Dengan begitu masyarakat akan semakin terbantu," kata dia.
Selain mempermudah
masyarakat mendapatkan bahan pokok, kehadiran Festival Rakyat juga memberi
ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan.
Ramainya aktivitas di
KPT dinilai menjadi awal tumbuhnya kawasan tersebut sebagai salah satu pusat
pergerakan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap
KPT ini juga semakin hidup. Ada masyarakat yang datang, UMKM bisa berjualan,
sehingga KPT menjadi salah satu pusat pergerakan ekonomi masyarakat,"
tuturnya.
Festival Rakyat juga
menjadi momentum bagi mahasiswa KKN UGM untuk memperkenalkan hasil pengabdian
yang telah dilakukan selama berada di Desa Sumber Sari.
Berbagai program yang
dijalankan, khususnya di KPT, dipaparkan kepada masyarakat sebagai bentuk
pertanggungjawaban sekaligus upaya mendorong keberlanjutan program.
Mahasiswa KKN UGM,
Gifo Nauval Maulana, mengatakan pihaknya berharap masyarakat dapat mengetahui
berbagai program yang telah dilaksanakan selama masa KKN melalui Festival
Rakyat tersebut.
"Melalui
kegiatan Festival Rakyat Desa Sumber Sari ini, kami berharap setelah seluruh
hasil yang sudah kami kerjakan dipaparkan, masyarakat dapat mengetahui apa saja
yang telah dilakukan selama pelaksanaan KKN," jelasnya.
Selama menjalankan
pengabdian, tim KKN turut terlibat dalam berbagai program pengembangan Kawasan
Pertanian Terpadu sesuai fokus kegiatan masing-masing.
Namun, Gifo mengakui
masih terdapat sejumlah kendala yang memerlukan tindak lanjut bersama karena
berada di luar ruang lingkup tugas mahasiswa.
"Kalau berbicara
kendala, sebagian besar berada di luar bagian kami. Kami hanya menyusun dan
membuat prototipe. Sementara beberapa kendala lainnya, seperti kondisi lahan
dan hal-hal teknis lainnya, menjadi bagian yang harus ditindaklanjuti bersama,"
ujarnya.
Menurutnya, dukungan
Pemerintah Desa Sumber Sari terhadap pengembangan KPT menjadi modal penting
agar program yang telah dirintis tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
"Harapan kami,
setelah masa KKN berakhir, pengembangan KPT ini tetap dilanjutkan oleh
pemerintah desa. Ke depan, kami berharap KPT memiliki sistem yang semakin baik,
terawat, dan terus berkembang sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh
masyarakat," harapnya.
Sementara itu, Plt
Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan Festival Rakyat Desa Sumber Sari
menjadi wadah diseminasi hasil pelaksanaan KKN sekaligus memberikan manfaat
langsung kepada masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga di
bawah pasar.
Menurutnya, Gerakan
Pangan Murah dipadukan dengan Festival Rakyat agar masyarakat tidak hanya
memperoleh akses terhadap bahan pangan yang lebih terjangkau, tetapi juga dapat
memanfaatkan berbagai layanan lainnya, seperti servis kendaraan.
Tingginya antusiasme
warga menunjukkan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat
Desa Sumber Sari.
Ananias menjelaskan,
Gerakan Pangan Murah umumnya dilaksanakan ketika terdapat potensi kenaikan
harga pangan, seperti menjelang hari besar keagamaan, saat terjadi gagal panen,
maupun pada musim kemarau panjang.
Meski demikian, kondisi pangan di Kukar saat ini masih terjaga dengan ketersediaan stok dan cadangan pangan daerah yang mencukupi.
"Untuk kondisi
pangan di Kukar saat ini, ketersediaan pangan masih mencukupi. Cadangan pangan
daerah juga masih aman, sehingga masyarakat diharapkan tidak melakukan panic
buying. Apabila pemerintah melaksanakan Gerakan Pangan Murah atau operasi pasar,
tujuannya semata-mata untuk menjaga stabilitas harga di pasaran,"
tutupnya. (Kriz)