PT Berau Coal Bersama Mitra Kerja Perkuat Penanganan Karhutla Berau Serta Salurkan Dukungan Rp120 Juta

img

Tidak hanya menurunkan armada dan personil, PT Berau Coal bersama Mitra Kerja menyerahkan secara simbolis dukungan dana untuk penanganan karhutla di Kabupaten Berau yang diterimakan oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. (foto : sep/fn)


POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau menghadapi tantangan yang tidak ringan. Di tengah tingginya intensitas penanganan tersebut, PT Berau Coal bersama sejumlah mitra kerja mengambil bagian dalam memperkuat dukungan bagi petugas di lapangan.

 

Tidak hanya itu, dukungan dana senilai Rp120 juta disalurkan untuk membantu kebutuhan operasional penanganan karhutla di Kabupaten Berau. Bantuan tersebut diserahkan ke Pemerintah yang diterimakan oleh Bupati Berau Sri Juniarsih di Mako BPBD Berau, Senin (24/8/2026).

 

Dukungan itu menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan dunia usaha dalam menghadapi ancaman karhutla di Berau.

 

Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, bantuan dari PT Berau Coal bersama mitra kerjanya merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan pihak perusahaan terkait penanganan karhutla beberapa waktu lalu.

 

“Saat ini kami baru menerima bantuan dari Berau Coal dan mitra kerjanya,” ujar Sri Juniarsih, Senin (24/8/2026).

 

Menurut Sri, dana Rp120 juta tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan operasional tim yang bertugas melakukan penanganan karhutla di lapangan.

 

Sri menilai keterlibatan dunia usaha menjadi tambahan kekuatan bagi pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi kebakaran yang dapat muncul di sejumlah lokasi. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada PT Berau Coal dan seluruh mitra kerja yang telah mengambil bagian dalam penanganan karhutla.

 

“Kami harap nanti bisa membantu kembali ketika dibutuhkan,” ucapnya.

 

Kepala Pelaksana BPBD Berau Masyhadi Mundi mengatakan, tingginya intensitas karhutla membuat petugas harus siap bergerak ketika laporan kebakaran diterima. Dalam kondisi tertentu, beberapa titik kebakaran bahkan harus ditangani dalam waktu yang hampir bersamaan.

 

“Sehari bisa lima sampai delapan titik,” ungkap Masyhadi.

 

Kondisi tersebut membuat kebutuhan operasional petugas ikut meningkat. Mobilitas kendaraan membutuhkan bahan bakar minyak (BBM). Petugas yang berada di lapangan juga membutuhkan konsumsi serta berbagai kebutuhan pendukung selama proses pemadaman.

 

Karena itu, Masyhadi menilai dukungan pihak perusahaan memberikan manfaat nyata bagi BPBD dalam menjalankan tugas penanganan karhutla. “Bantuan perusahaan ini sangat bermanfaat bagi kami,” jelasnya.

 

Menurut Masyhadi, keterlibatan perusahaan mulai terlihat setelah dilaksanakan pertemuan bersama Forkopimda dan pihak perusahaan. Sejumlah perusahaan mulai memberikan dukungan melalui posko induk maupun posko penanganan di tingkat kecamatan. Dukungan lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memperkuat respons ketika kebakaran muncul di beberapa wilayah dalam waktu berdekatan.

 

Emergency Response Group PT Berau Coal, Andi Henry Achmad, mengatakan bantuan Rp120 juta merupakan hasil kolaborasi Berau Coal bersama mitra kerja yang sejak awal berkomitmen mendukung penanganan karhutla di Kabupaten Berau.

 

Tujuh mitra yang terlibat dalam dukungan tersebut yakni PT Pamapersada Nusantara, PT Asian Bulk Logistik, PT Madhani Talatah Nusantara, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, PT Fajar Anugrah Dinamika, PT Kaltim Diamond Coal, dan PT Bumi Artlantis Raya.

 

Andi menjelaskan, dukungan PT Berau Coal dan mitra kerja tidak hanya diberikan dalam bentuk dana. Perusahaan bersama mitra kerja juga memberikan dukungan berupa personel, unit atau kendaraan operasional, serta logistik untuk membantu petugas menangani kebakaran di sejumlah wilayah.

 

“Ini bagian dari aktualisasi pilar PPM CSR kita yang kami harap dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan ini, harapannya penanganan karhutla bisa optimal sehingga bisa tertangani dan masyarakat tidak terdampak,” katanya.

 

Andi menyebut keterlibatan Berau Coal dan mitra kerja merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dalam upaya penanganan karhutla. Menurutnya, dalam situasi bencana yang membutuhkan respons cepat, kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemampuan penanganan di lapangan.

 

Selain mendukung proses pemadaman, PT Berau Coal bersama mitra kerja juga ikut mendorong upaya pencegahan. Sosialisasi kepada masyarakat dilakukan melalui pemasangan dan penyebaran spanduk yang mengingatkan tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi kebakaran sejak awal. Pencegahan dinilai penting karena penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kemampuan memadamkan api, tetapi juga bagaimana potensi kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang dan meluas.

 

Kolaborasi pemerintah daerah, BPBD, perusahaan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat respons terhadap setiap laporan kebakaran sekaligus mengurangi risiko api meluas dan berdampak terhadap masyarakat.

 

Dukungan PT Berau Coal dan mitra kerja tersebut menjadi bagian dari keterlibatan perusahaan dalam program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta tanggung jawab sosial perusahaan, khususnya dalam membantu pemerintah daerah menghadapi kondisi karhutla. (sep/FN)