Akses Warga Kembali Terbuka, Pemkab Kukar Kebut Jalan Permanen Muara Muntai

img

Jalur alternatif penghubung Muara Muntai-Muara Wis mulai dilalui warga. (Doc. Pemerintah Kecamatan Muara Muntai)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Akses jalan warga di Kecamatan Muara Muntai dan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali terbuka setelah jalur alternatif sepanjang sekitar 100 meter mulai dapat dilalui pada Selasa (25/8/2026) malam.

 

Bersamaan dengan pulihnya mobilitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mengebut penanganan untuk membangun akses jalan permanen di lokasi jalan yang ambles di tepian sungai akibat abrasi.

 

Jalan penghubung kedua kecamatan di Desa Kayu Batu tersebut ambles (longsor) sekitar 10 meter pada Selasa dini hari pukul 03.48 WITA. Kondisi itu sempat memutus mobilisasi warga menuju pusat kota, termasuk Tenggarong dan Samarinda.

 

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama jajaran langsung mengecek lokasi pada Selasa malam. Pemeriksaan dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus memastikan jalur alternatif dapat segera digunakan masyarakat.

 

Ia mengatakan, pembukaan jalur alternatif menjadi langkah awal agar aktivitas warga tetap berjalan.

 

“Alhamdulillah tadi malam itu sudah bisa digunakan, baik itu untuk sepeda motor maupun kendaraan roda empat,” ujarnya saat ditemui di kantor Diskominfo Kukar pada Rabu (26/8/2026).

 

Untuk memastikan akses sementara tersebut aman, Pemkab Kukar kemudian memasang rambu-rambu peringatan dan lampu penerangan di sekitar jalur.

 

Fasilitas itu menjadi bagian dari penanganan awal sebelum pemerintah masuk pada tahap pembangunan akses yang lebih permanen.

 

Namun, pekerjaan tidak berhenti pada pembukaan jalur sementara. Aulia mengatakan pemerintah juga harus memperhitungkan kondisi medan karena jalur alternatif tersebut dibangun di kawasan rawa.

 

“Tantangan kita sekarang adalah kita berpacu dengan waktu. Karena jalan alternatif yang kita bikinkan ini sebenarnya rawa-rawa. Kalau situasi alam kembali seperti semestinya, ini kembali menjadi rawa,” ungkapnya.

 

Karena itu, badan jalan alternatif akan ditinggikan agar tidak mudah terganggu ketika kondisi air berubah. Sementara jalan utama yang ambles akan dibangun kembali menggunakan anggaran Pemkab Kukar.

 

Ia memastikan penanganan untuk pembangunan tersebut sudah mulai dilakukan bersama perangkat daerah terkait.

 

Pemerintah menargetkan akses permanen dapat segera direalisasikan sebelum kondisi alam kembali menyulitkan jalur sementara.

 

“Makanya kita harus mengejar sebelum ini kembali sebagai rawa. Kita tinggikan dulu jalannya sehingga ini bisa digunakan sebagaimana mestinya dan jalan tidak terputus,” tuturnya.

 

Di tingkat kecamatan, langkah cepat tersebut disambut positif. Camat Muara Muntai Mulyadi menyebut pembukaan jalur alternatif tidak terlepas dari koordinasi sejumlah pihak sejak akses utama terputus hingga bisa kembali digunakan.

 

“Kecamatan mengucapkan terima kasih banyak terhadap respons cepat, terutama dari Pemerintah Kabupaten Kukar. Pak Bupati langsung turun ke lapangan,” ujarnya.

 

Menurutnya, pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam, pemerintah desa, masyarakat, tokoh masyarakat dan PT JMS turut berkoordinasi dalam membuka akses tersebut.

 

Keterlibatan berbagai pihak membuat jalur alternatif dapat segera dimanfaatkan warga.

 

Jalur sementara itu kini sudah dapat dilewati dan kondisi di lapangan dinilai aman. Sementara tim Pemkab Kukar bersama Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan pengecekan untuk menentukan peningkatan akses berikutnya.

 

“Alhamdulillah semuanya sesuai dengan harapan kita. Jalan yang putus kemarin, untuk jalan alternatif, sudah bisa dilewati sejak tadi malam sampai hari ini kondisinya juga sudah aman,” ucapnya.

 

Ia menyebut, keberadaan akses tersebut sangat penting karena menjadi penghubung hingga 11 desa.

 

Jalur alternatif pun diharapkan tidak hanya menjadi solusi sesaat, tetapi dapat tetap berfungsi sampai pembangunan jalan permanen selesai.

 

“Untuk jangka panjangnya nanti pemerintah akan membuatkan jalan yang ada ini ditingkatkan lagi. Karena ini kan untuk yang sesaat ini, untuk waktu pendek, yang khawatir nanti kalau musim hujan,” pungkasnya. (Kriz)