Pengurus Baru APINDO Kukar Siapkan Strategi Bagi Tenaga Kerja Terdampak PHK Tambang
Pelantikan pengurus
DPK APINDO Kukar periode 2026-2031. (foto : Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2026-2031 resmi dilantik di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong pada Kamis (3/9/2026).
Di balik pergantian
tersebut, tantangan dunia usaha turut menjadi perhatian, terutama tekanan yang
tengah dirasakan sektor pertambangan.
Ketua DPK APINDO
Kukar periode 2026-2031, Agung Hasanudin mengatakan, pihaknya memilih
melanjutkan program yang telah berjalan dengan memperkuat kerja sama bersama pemerintah
daerah.
Menurutnya, sejumlah
agenda seperti pengupahan hingga tanggung jawab sosial perusahaan sudah
memiliki fondasi yang baik.
“Jadi tinggal
penguatan saja apa yang sudah dijalankan. Dan kita juga sebenarnya sudah,
pengusaha-pengusaha yang ada di Kukar itu sudah kolaborasi juga dengan
pemerintah daerah berkaitan dengan masalah tanggung jawab sosial terhadap
lingkungan di Kukar,” ujarnya.
Meski demikian, dunia
usaha saat ini menghadapi persoalan yang lebih mendesak. Ia menyoroti sektor
pertambangan yang mengalami pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya
(RKAB), sehingga berpengaruh terhadap kebutuhan tenaga kerja.
Dampaknya mulai
terlihat dari jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK). Hingga Agustus 2026,
sekitar 2.000 tenaga kerja di sektor pertambangan disebut telah kehilangan
pekerjaan.
“Per Agustus ini
sekitar 2.000 loh PHK khusus di sektor tambang. Oktober puncaknya itu
keseluruhan bisa sampai 15 ribu,” ungkapnya.
Situasi itu menjadi
salah satu pekerjaan rumah yang harus direspons sejak awal, persoalannya bukan
hanya bagaimana menghadapi penurunan aktivitas usaha, tetapi juga memastikan
mereka yang terdampak tetap mempunyai jalan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Karena itu, langkah
pertama yang disiapkan adalah membangun basis data mengenai tenaga kerja
terdampak.
“Pertama adalah kita
punya data dulu. Yang kedua, potensi apa yang di luar daripada sektor formal,
khususnya kita pengembangan di UMKM,” jelasnya.
Pengembangan UMKM
nantinya berjalan beriringan dengan peningkatan keterampilan.
APINDO akan
menggandeng Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) untuk
menyiapkan pelatihan sesuai kebutuhan, sehingga kemampuan yang telah dimiliki
dapat diarahkan ke peluang baru.
Langkah tersebut
dinilai penting karena pemulihan sektor usaha membutuhkan waktu. Sementara itu,
mereka yang dirumahkan maupun terkena PHK tetap harus menjalani kehidupan
sehari-hari.
“Menunggu nanti
kesempatan itu akan baik lagi, saya yakin. Cuman kan menunggu baik ini, mereka
ada yang dirumahkan, ada yang di-PHK, tentunya perlu punya keahlian tertentu
dan harus hidup jalan terus,” tuturnya.
Sementara itu,
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Kukar, Akhmad Taufik Hidayat,
mengatakan pemerintah daerah menyambut baik pergantian pengurus tersebut.
Ia mengapresiasi
kontribusi jajaran sebelumnya terhadap perkembangan investasi dan berharap
capaian itu dapat dilanjutkan.
Menurutnya, tantangan dunia usaha membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan serikat pekerja perlu berjalan bersama agar aktivitas investasi tetap terjaga sekaligus mampu mendukung perekonomian masyarakat.
“Paling penting
adalah kolaborasi antara pemerintah, APINDO, dan Serikat Pekerja ini yang
paling penting kolaborasi bersama. Semoga ini bisa menaikkan perekonomian kita
di Kukar dan bisa lebih bergairah lagi,” pungkasnya. (Kriz)