Panen Demplot Padi Gapoktan Mandiri di Kecamtan Anggana, Wagub Seno Aji Targetkan Swasembada Beras Kaltim Akhir 2026

img

POSOTAKALTIMNEWS, ANGGANA : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat langkah menuju swasembada beras pada akhir 2026. Salah satunya melalui peningkatan produktivitas pertanian berbasis teknologi dan inovasi yang diterapkan di tingkat kelompok tani.

 

Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji bersama istri Hj Wahyu Seno Aji melakukan panen demplot padi, sekaligus meninjau penerapan digital farming melalui demplot bio-invigorasi benih terintegrasi sistem Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) serta pemanfaatan drone sprayer agriculture di Gapoktan Mandiri, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (10/9/2026).

 

Seno Aji mengatakan, swasembada pangan merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang harus didukung bersama hingga ke daerah. Pemprov Kaltim, lanjutnya, terus melakukan berbagai upaya melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian untuk meningkatkan produksi padi.

 

“Hingga Agustus 2026, sekitar 28 ribu hektare sawah aktif sudah ditanami. Kita terus melakukan perbaikan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan. Harapannya, hingga akhir 2026 kita bisa mempersembahkan swasembada beras untuk Kaltim,” ujar Seno Aji.

 

Menurutnya, penerapan teknologi pertanian di Desa Sidomulyo menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui inovasi sekaligus efisiensi biaya produksi.


Karena itu, keberhasilan demplot tersebut tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi harus di replikasi secara lebih luas di berbagai sentra pertanian Kaltim.

 

“Yang jelas ada peningkatan yang luar biasa. Kami mengharapkan demplot ini bukan hanya sekadar demplot. Setelah dua kali dilakukan dan dievaluasi, terlihat ada peningkatan produktivitas, penurunan biaya dan pengendalian hama. Ini membuat petani kita semakin digdaya dan berdaya,” katanya.

 

Seno Aji menegaskan, Pemprov Kaltim akan mendorong replikasi model pertanian tersebut secara massal. Targetnya, produktivitas padi di seluruh wilayah Kaltim dapat mencapai sedikitnya 7 ton per hektare.

 

“Mari kita lakukan replikasi secara massal. Mari kita bersama-sama memastikan hasil panen di seluruh wilayah Kaltim memiliki produktivitas minimal 7 ton per hektare. Ini bayangan dan mimpi besar kita bersama,” tegasnya.

 

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga dan instansi vertikal, dunia usaha hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan kemandirian pangan di Benua Etam.

“Insyaallah, akhir tahun 2026 kita swasembada beras,” ujarnya.

 

Direktur Politeknik Negeri Samarinda Hamka mengungkapkan, penerapan demplot bio-invigorasi benih yang terintegrasi dengan sistem LEISA memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas padi sawah di Desa Sidomulyo.

 

Pada musim tanam pertama 2026, produktivitas padi sawah di kawasan tersebut masih tergolong rendah dengan rata-rata 4,8 ton per hektare. Kondisi itu dipengaruhi rendahnya kesuburan tanah karena karakteristik tanah ultisol, vigor benih yang rendah, serta tingginya intensitas serangan hama dan penyakit tanaman.

 

“Dengan menggunakan bio-invigorasi melalui sistem LEISA, produktivitas padi sawah pada demplot Gapoktan Mandiri meningkat menjadi 6,95 ton per hektare atau naik sekitar 44,83 persen,” kata Hamka.

 

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi padi sawah secara berkelanjutan melalui optimalisasi sumber daya lokal, penguatan kualitas benih, efisiensi input pertanian dan pemanfaatan teknologi.

 

Penggunaan drone sprayer juga menjadi bagian dari inovasi untuk meningkatkan efektivitas aplikasi sarana produksi sekaligus mengurangi beban kerja petani.

 

Dalam kegiatan tersebut dilakukan pula penyerahan secara simbolis sejumlah sarana dan prasarana pertanian untuk mendukung pengembangan demplot sekaligus memperkuat kapasitas kelompok tani di sejumlah daerah di Kaltim.

 

Bantuan antara lain paket demplot LEISA komoditas padi seluas 9 hektare kepada Gapoktan Mandiri; paket pengembangan cabai seluas 0,25 hektare kepada KWT Wanita Mandiri di Kukar dan Poktan Bina Usaha di Samarinda; hand tractor kepada Kelompok Pembelum Behuaq di Mahakam Ulu; dua unit hand tractor kepada Poktan Krida Karya Utama di Samarinda; serta hand tractor dan hand thresher kepada Poktan Karya Maju di Samarinda.

 

Selanjutnya, Gapoktan Maju Sejahtera di Kukar menerima hand tractor dan cultivator. Poktan Cahaya Tani memperoleh dua unit cultivator. Sementara Gapoktan Sukodadi dan Gapoktan Bukit Makmur di Kukar masing-masing menerima paket drone sprayer dan genset.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda Kaltim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Jajang Hermawan, Kasrem 091/ASN Kolonel Inf, jajaran Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara, Direktur Politeknik Negeri Samarinda Hamka, Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara Musazdin Said, serta jajaran Kecamatan Anggana dan Desa Sidomulyo. (mar)