Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syarifatul Syadiah Nilai Daerah Belum Keluar dari Tekanan Anggaran
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kabupaten Berau dan ke-215 Kota Tanjung Redeb di tahun 2026 ini terasa sangat berbeda. Di mana pemerintah dan masyarakat tengah dihadapkan pada sejumlah tantangan yang tak ringan.
Selain menghadapi
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat memicu kabut asap, Kabupaten
Berau juga masih harus beradaptasi dengan kebijakan efisiensi anggaran yang
turut memengaruhi ruang gerak pembangunan daerah.
Kondisi tersebut
menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah.
Menurutnya, momentum
hari jadi daerah tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga waktu yang
tepat untuk melihat berbagai persoalan yang masih dihadapi pemerintah dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Perayaan hari jadi
tahun ini tentu kita sambut dengan sukacita, namun juga penuh keprihatinan.
Kita baru saja menghadapi karhutla dan kabut asap, kemudian saat ini ada
kebijakan efisiensi yang sangat berpengaruh terhadap pembangunan di daerah,”
ujar Syarifatul.
Ia menjelaskan,
keterbatasan anggaran membuat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) harus
melakukan penyesuaian terhadap program dan kegiatan yang telah direncanakan.
Dengan kondisi tekanan
fiskal yang lebih terbatas, pemerintah daerah harus menentukan kembali skala
prioritas pembangunan. Sejumlah program yang sebelumnya dapat dilaksanakan
dalam cakupan lebih besar kini harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran
yang tersedia.
“Kalau sebelumnya
pembangunan jalan atau infrastruktur lainnya bisa dilakukan dalam skala yang
lebih besar, sekarang tentu harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang
ada. Otomatis kegiatan OPD juga berkurang,” katanya.
Menurut Syarifatul,
penyesuaian tersebut pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pembangunan
fisik, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan
dan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, ia
meminta masyarakat memahami kondisi yang sedang dihadapi pemerintah daerah saat
ini.
Kebijakan efisiensi
anggaran, kata dia, bukan persoalan yang hanya terjadi di Kabupaten Berau,
melainkan juga dirasakan oleh sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur hingga
tingkat nasional.
Di tengah
keterbatasan tersebut, Syarifatul berharap pemerintah pusat dapat segera
menyalurkan dana yang menjadi hak daerah, terutama dana bagi hasil (DBH).
Menurutnya, DBH
memiliki arti penting bagi daerah yang selama ini memberikan kontribusi sumber
daya alam bagi penerimaan negara. Berau dan Kalimantan Timur, kata dia,
memiliki hak atas bagian hasil tersebut untuk mendukung keberlanjutan
pembangunan di daerah.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat segera menyalurkan kekurangan dana yang menjadi hak daerah. Karena itu merupakan bagian dari hasil sumber daya alam yang berasal dari Berau dan Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Momentum HUT
Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb tahun ini pun tidak sekadar menjadi
perayaan bertambahnya usia daerah. Di balik kemeriahan hari jadi, terdapat
tantangan untuk menjaga agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan kepada
masyarakat tetap terpenuhi, meski pemerintah daerah harus bekerja dengan ruang
anggaran yang lebih terbatas. (sep/FN)