151 Warga Terdampak Kebakaran Danau Aji, Pemkab Kukar Turun Tangan Siapkan Penanganan
Asisten I Setkab
Kukar, Ahmad Taufik Hidayat saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan A.M.
Alimuddin, Kelurahan Melayu, Tenggarong. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Data sementara mencatat sebanyak 151 warga dari 50 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran di kawasan Danau Aji Jalan A.M. Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Kukar turun tangan menyiapkan penanganan bagi warga terdampak, mulai
bantuan kebutuhan dasar, dapur umum, tempat tinggal sementara hingga pengurusan
kembali dokumen kependudukan.
Kebakaran tersebut
melanda kawasan permukiman warga hingga menyebabkan sejumlah rumah terdampak.
Setelah api berhasil
dipadamkan, pendataan terhadap warga dan bangunan terus dilakukan sehingga
jumlah tersebut masih dapat berubah.
Asisten I Bidang
Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setkab) Kukar, Ahmad Taufik Hidayat,
meninjau langsung lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga
terdampak, Selasa (6/10/2026).
Ia menyampaikan duka
cita dan perhatian pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah.
Menurutnya, kehadiran
pemerintah di lokasi tidak hanya untuk melihat kondisi warga, tetapi juga
memastikan dukungan dapat diberikan selama masa penanganan.
“Yang paling penting
adalah kehadiran Pemda pada saudara-saudara kita yang terkena musibah. Ini
dalam rangka dukungan moral, semangat, dan mungkin sedikit beberapa bantuan
yang bisa memberikan keringanan beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Penanganan dilakukan
dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Sosial dan BPBD
Kukar.
Keduanya turut berada
di lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan warga
terdampak.
Bantuan juga
diberikan sejumlah pihak, termasuk Baznas dan PMI, bantuan tersebut disalurkan
untuk dapat dimanfaatkan keluarga yang terdampak kebakaran.
“Dan hari ini kita
semua berkumpul, baik itu dari Dinas Sosial, kemudian dari BPBD, hadir juga
dalam rangka untuk ditindaklanjuti. Kita akan mengetahui apa saja yang perlu
dilakukan,” kata dia.
Selain bantuan,
kebutuhan makanan warga juga menjadi perhatian. Dapur umum disiapkan di lokasi
penanganan untuk mendukung kebutuhan konsumsi warga terdampak selama masa
tanggap pascakebakaran.
Pemkab Kukar juga
memberi perhatian terhadap dokumen kependudukan warga yang kemungkinan ikut
terbakar atau hilang.
Ia memastikan
kebutuhan tersebut akan ditindaklanjuti melalui Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
“Jangan khawatir ya,
kita dari Capil siap menindaklanjuti seperti apa yang dapat dibantu berkaitan
dengan identitas kebutuhan,” ucapnya.
Persoalan tempat
tinggal menjadi kebutuhan lain yang disiapkan penanganannya.
Sebagian warga
terdampak untuk sementara harus tinggal di rumah keluarga, kerabat maupun
tetangga karena rumah mereka terdampak kebakaran.
Pemerintah daerah
bersama pihak terkait akan menyesuaikan fasilitas yang tersedia dengan
kebutuhan warga.
Upaya tersebut
dilakukan agar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal tetap memiliki tempat
berlindung selama proses penanganan.
“Jadi jangan sampai
ada yang terlantar,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah
Melayu, Muhammad Hafidz, mengatakan data yang dihimpun Posko Kelurahan Melayu
hingga pukul 02.16 WITA masih bersifat sementara. Dari pendataan tersebut
tercatat 50 KK atau 151 jiwa terdampak.
Rinciannya terdiri
dari tiga anak yang belum sekolah, 16 siswa SD, empat siswa SMP, delapan siswa
SMA dan 10 mahasiswa.
Untuk bangunan,
sementara tercatat 27 rumah pribadi terdampak, data tersebut belum mencakup
rumah sewaan, kontrakan maupun bangsalan yang masih dalam proses pendataan.
“Untuk sementara data
yang kami terima, rumah pribadi yang terdampak ini ada 27 rumah,” ungkapnya.
Pendataan terhadap
rumah sewaan masih terus dilakukan. Ia mengatakan pembaruan data akan dilakukan
setelah proses pendataan di lapangan selesai.
“Belum. Nantinya
update informasi terbaru, insyaallah nanti siang akan kami update lagi untuk
rumah sewanya, kepastian berapa rumah yang terdampak,” ujarnya.
Secara keseluruhan,
ia memperkirakan terdapat sekitar 50 rumah yang terdampak, baik rumah pribadi
maupun rumah sewaan. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan dan belum
menjadi data final.
“Perkiraan sekitar 50
rumah, dengan rumah pribadi dan rumah sewaan,” kata dia.
Wilayah RT 33 menjadi
salah satu kawasan yang banyak terdampak, berdasarkan pendataan sementara,
kawasan tersebut juga didominasi rumah kontrakan.
“Diperkirakan 70
persen dari lokasi wilayah RT 33 ini adalah rumah kontrakan, karena sisanya itu
rumah pribadi,” jelasnya.
Terkait informasi
adanya warga meninggal dunia akibat sesak napas, ia memastikan tidak ada korban
jiwa dalam peristiwa tersebut.
Ia membenarkan
terdapat warga dan relawan yang sempat dibawa ke rumah sakit.
“Informasinya memang
benar ada yang dibawa ke rumah sakit. Ada satu dari relawan, satu warga. Warga
di sini ada lansia yang sesak napas, terimbas dari asap, tapi tidak ada yang
sampai meninggal dunia,” ungkapnya.
Untuk penanganan
selanjutnya, Kelurahan Melayu bekerja sama dengan pihak terkait dalam pemenuhan
kebutuhan warga, termasuk penyediaan dapur umum dan penyaluran logistik.
Selain itu, warga
yang kehilangan dokumen atau arsip penting akibat kebakaran akan dihimpun
datanya untuk dikoordinasikan dengan Disdukcapil.
Langkah tersebut
dilakukan agar dokumen kependudukan yang hilang dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara untuk
tempat tinggal, warga terdampak saat ini masih berada di rumah kerabat,
keluarga maupun tetangga di sekitar RT 33.
“Di rumah kerabat, di
rumah keluarga, dan ada di sekitar tetangga di sekitar RT 33,” kata dia.
Pemerintah setempat
juga telah menyiapkan sejumlah lokasi apabila terdapat warga yang membutuhkan
hunian sementara, yakni Masjid Muhammadiyah, TK dan BPU Kelurahan Melayu.
“Untuk hunian khusus,
kami dari pihak kelurahan, kecamatan, dari BPBD sudah menyiapkan. Sudah ada
satu di Masjid Muhammadiyah, satu di TK, ada di BPU Kelurahan Melayu,” ujarnya.
Untuk mendukung penanganan, posko disiapkan dengan fungsi berbeda, Posko di kawasan Aji Alimuddin digunakan sebagai pusat informasi dan logistik, sedangkan lokasi lainnya difungsikan sebagai dapur umum.
“Untuk posko
informasi dan logistiknya ada berada di depan Aji Alimuddin. Di sini untuk
dapur umum,” pungkasnya. (Adv/Kriz)