Tak Terbatas Jam Kerja, Disdamkarmatan Kukar Fasilitasi Pelatihan Redkar

img

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani saat memberikan pelatihan kepada Redkar Kukar. (Doc. Disdamkarmatan Kukar)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Tak terbatas jam kerja, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) memfasilitasi pelatihan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dengan waktu yang fleksibel, termasuk pada malam hari.

 

Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang tergabung sebagai relawan tetap dapat meningkatkan kemampuan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka.

 

Redkar sendiri merupakan kelompok relawan berbasis masyarakat yang berperan dalam membantu upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lingkungan desa maupun kelurahan.

 

Selain membantu penanganan awal ketika terjadi kebakaran, mereka juga berperan dalam mengedukasi warga mengenai potensi bahaya kebakaran serta membangun kesiapsiagaan lingkungan.

 

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengatakan, pembinaan terhadap Redkar terus dilakukan secara berkelanjutan.

 

Upaya tersebut tidak hanya mengandalkan pendataan, tetapi juga melalui komunikasi dan pertemuan langsung dengan para relawan di lapangan.

 

Menurutnya, relawan memiliki kesibukan masing-masing karena sebagian besar juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Kondisi itu membuat jadwal pelatihan perlu menyesuaikan waktu yang tersedia bagi setiap kelompok, tanpa mengurangi kesempatan mereka untuk meningkatkan keterampilan.

 

“Bahkan kami pernah melatih relawan jam 10 malam,” ungkapnya kepada Poskotakaltimnews saat ditemui di kantornya pada Rabu (7/10/2026).

 

Ia menjelaskan, pelatihan pada malam hari menjadi salah satu bentuk penyesuaian terhadap aktivitas relawan yang baru dapat berkumpul setelah menyelesaikan pekerjaan.

 

Disdamkarmatan Kukar memberikan keleluasaan kepada kelompok Redkar untuk menentukan waktu latihan melalui koordinasi dengan petugas.

 

Setiap kelompok memiliki koordinator yang mengatur kegiatan anggotanya, apabila membutuhkan pelatihan, mereka dapat mengajukan permohonan kepada Disdamkarmatan Kukar, termasuk menentukan lokasi yang dinilai sesuai untuk pelaksanaan kegiatan.

 

Ia menegaskan, proses pengajuan dibuat sederhana agar relawan dapat lebih mudah memperoleh pembinaan.

 

Personel Disdamkarmatan Kukar juga disiapkan untuk memberikan pelatihan secara langsung sesuai kebutuhan kelompok.

 

“Tidak panjang birokrasinya. Langsung, apa pun mau latihan, di mana pun,” ujarnya.

 

Selain memfasilitasi pelatihan, Disdamkarmatan Kukar juga menjaga komunikasi dengan kelompok relawan melalui interaksi langsung di lapangan.

 

Pendekatan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas mereka sekaligus menjaga hubungan antara petugas Damkar dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan kerelawanan.

 

Ia menilai, keberadaan Redkar memiliki arti penting karena tumbuh dari kepedulian masyarakat terhadap keselamatan lingkungan.

 

Partisipasi sukarela tersebut menjadi modal dalam membangun kesiapsiagaan warga menghadapi potensi kebakaran.

 

Karena itu, pihaknya memberikan ruang kepada kelompok relawan untuk mengembangkan kegiatan secara mandiri, sekaligus tetap membuka kesempatan bagi mereka yang membutuhkan pelatihan dan pendampingan.

“Tumbuh berkembangnya relawan itu murni dari kesadaran warga masyarakat sendiri, bukan paksaan dari kami,” pungkasnya. (Adv/Kriz)