Program Terima Kasih Guru Ngajiku Upaya Pemkab Tingkatkan Kualitas Guru Al-Qur’an di Kukar
Pembukaan Sertifikasi
dan Munaqosyah Akbar Guru Ngaji se-Kabupaten Kukar. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Kegiatan
Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar Guru Ngaji se-Kabupaten Kutai Kartanegara yang
berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Tenggarong, Sabtu (17/10/2026), merupakan
langkan Pemkab Kukar memperkuat kualitas
guru Al-Qur’an dalam program Terima Kasih Guru Ngajiku.
Upaya ini dilakukan
melalui kegiatan Sertifikasi dan Munaqosyah sebagai kompetensi pengajar
sekaligus menjadi dasar penetapan penerima insentif sesuai kualifikasi yang
ditetapkan.
Kegiatan tersebut
merupakan tindak lanjut program tahsin yang sebelumnya dilaksanakan secara
bertahap di kecamatan-kecamatan.
Sekretaris Daerah
(Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan program tahsin menjadi tahapan awal untuk
membina dan memetakan kemampuan membaca Al-Qur’an para guru ngaji sebelum
mengikuti sertifikasi.
Dalam pelaksanaannya,
peserta dikelompokkan ke dalam empat tingkatan berdasarkan kemampuan
masing-masing.
Selanjutnya,
dilakukan penilaian untuk mengukur ketepatan bacaan dan kesesuaian dengan
kaidah membaca Al-Qur’an.
“Harapannya, melalui
sertifikasi ini, program Bapak Bupati yang dikenal dengan nama ‘Terima Kasih
Guru Ngajiku’ dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Sertifikasi tersebut
dilaksanakan melalui kerja sama dengan Balai Litbang LPTQ Nasional Tim Tadarus
AMM (Angkatan Muda Masjid dan Musala) Yogyakarta.
Lembaga ini memiliki
fokus pada penelitian dan pengembangan sistem pembelajaran baca tulis Al-Qur’an
serta pembinaan tenaga pengajar.
Tim Tadarus AMM
Yogyakarta dikenal turut mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an melalui metode
Iqra’.
Lembaga tersebut juga
menyelenggarakan pelatihan bagi ustaz dan ustazah, termasuk pembekalan teknik
mengajar serta sertifikasi pengajar.
Keterlibatan lembaga
tersebut diharapkan mendukung proses penilaian kompetensi guru ngaji di Kukar,
sehingga pengajar memiliki kemampuan membaca dan mengajarkan Al-Qur’an sesuai
kaidah yang berlaku.
Selain meningkatkan
kompetensi, sertifikasi menjadi dasar dalam menentukan guru ngaji yang memenuhi
persyaratan sebagai penerima insentif melalui program Terima Kasih Guru
Ngajiku.
Pemkab Kukar
menargetkan penyaluran bantuan tersebut tepat sasaran berdasarkan hasil
penilaian.
“Guru ngaji yang
telah memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang ditetapkan akan diberikan
insentif. Dengan demikian, penyalurannya diharapkan tepat sasaran,” jelasnya.
Adapun besaran
insentif yang disiapkan sementara sekitar Rp250.000 per bulan.
Sementara itu, jumlah
penerima insentif akan ditentukan berdasarkan hasil sertifikasi dan pemenuhan
persyaratan yang berlaku.
Program tahsin
sebelumnya dimulai dari Kecamatan Samboja, kemudian dilanjutkan secara bertahap
ke kecamatan lainnya.
Dalam pelaksanaannya,
para ketua dan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tingkat
kecamatan turut membantu memfasilitasi pembinaan serta pendataan peserta.
Ia juga turut menyampaikan apresiasi kepada para pengurus
LPTQ kecamatan dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program
tersebut.
Menurutnya, kerja
sama ini diperlukan agar pembinaan guru ngaji dapat berlangsung secara
berkelanjutan di seluruh wilayah Kukar.
Melalui program
Terima Kasih Guru Ngajiku, Pemkab Kukar berharap peningkatan kompetensi guru
ngaji berjalan beriringan dengan pemberian insentif.
Upaya tersebut
sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap peran pengajar Al-Qur’an dalam
membimbing masyarakat dan mendidik generasi muda.
“Melalui kegiatan
ini, kita berharap kualitas guru ngaji semakin meningkat sehingga mereka dapat
memberikan pendidikan Al-Qur’an yang lebih baik kepada masyarakat,” tutupnya.
(Adv/Kriz)