Stand Berau Expo Disdukcapil Layani Konsultasi Masalah Adminduk Hingga Aktivasi IKD

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Melalui stan Berau Expo 2028, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau, memberikan pelayanan konsultasi bagi pengunjung mengenai berbagai kendala terkait dokumen kependudukan.

 

Layanan ini dihadirkan melalui Klinik Konsultasi Administrasi Kependudukan (K2Adik), yang menjadi salah satu fokus pelayanan Disdukcapil selama Berau Expo 2026.

 

Tak hanya konsultasi, Disdukcapil Berau juga memberikan layanan berupa pendampingan kepada masyarakat untuk melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

 

Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengatakan pihaknya ingin mengoptimalkan kehadiran stan di tengah tingginya aktivitas masyarakat selama expo berlangsung.

 

Menurutnya, pelayanan yang diberikan tidak cukup hanya berupa penyampaian informasi. Masyarakat juga perlu mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi dan memperoleh penjelasan langsung dari petugas.

 

"Pada gelaran kali ini, kami fokuskan pada layanan konsultasi agar masyarakat yang datang bisa langsung berdiskusi dan kami berikan solusinya di tempat," ujar David.

 

Ia menjelaskan, pemilihan layanan konsultasi tersebut merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan expo pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan kondisi stan yang ramai dikunjungi masyarakat, pelayanan konsultasi dinilai lebih fleksibel untuk menjawab kebutuhan pengunjung.

 

"Optimalisasi stan ini penting agar kehadiran Disdukcapil tidak hanya sebatas memberikan informasi, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pengunjung," katanya.

 

Upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti pada konsultasi dan aktivasi IKD. Disdukcapil Berau juga menghadirkan program PaK Capil Tanya Dong yang berlangsung selama empat malam.

 

Program tersebut menghadirkan narasumber dari sejumlah instansi, yakni Dinas Kesehatan (Rumah Sakit), Dinas Sosial, Pengadilan Agama, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

 

Keterlibatan berbagai instansi ini membuat pembahasan tidak hanya berfokus pada dokumen kependudukan, tetapi juga mencakup persoalan pelayanan publik yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

 

David menjelaskan, sejumlah topik yang akan dibahas meliputi optimalisasi loket pelayanan Disdukcapil di fasilitas kesehatan, penguatan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos), solusi terkait pernikahan yang belum tercatat, hingga informasi mengenai data kependudukan.

 

Berbagai materi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami prosedur pelayanan serta mengetahui langkah yang perlu ditempuh ketika menghadapi persoalan administrasi. Termasuk masalah pernikahan yang belum tercatat, misalnya, menjadi salah satu topik yang diangkat dalam program tersebut.

 

Sementara itu, keterlibatan Rumah Sakit, Dinas Sosial, dan BPS memperluas cakupan informasi yang disampaikan kepada masyarakat, terutama terkait pelayanan di fasilitas kesehatan, perlindungan sosial, dan data kependudukan.

 

David menilai, kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk memperluas pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam memberikan pelayanan publik.

 

Untuk menambah daya tarik kegiatan, Disdukcapil Berau juga menyiapkan hadiah atau door prize bagi masyarakat yang berkunjung dan aktif berinteraksi selama rangkaian kegiatan berlangsung. Hadiah tersebut akan dibagikan pada akhir rangkaian acara sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung.

 

David berharap, berbagai layanan dan kegiatan edukasi yang dihadirkan selama Berau Expo 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses terhadap informasi administrasi kependudukan.

 

Ia juga berharap masyarakat semakin memahami prosedur pelayanan serta mengetahui langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi berbagai persoalan dokumen kependudukan.

 

Melalui kehadiran klinik konsultasi, layanan aktivasi IKD, dan program edukasi lintas instansi, Disdukcapil Berau berupaya menjadikan Berau Expo 2026 sebagai kesempatan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

 

Dengan begitu, kunjungan ke stan Disdukcapil tidak hanya menjadi kesempatan untuk mendapatkan informasi, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi dan memahami solusi atas persoalan administrasi kependudukan yang dihadapi. (sep/FN)