Disbudpar Perkenalkan Warisan Bersejarah di Berau Expo 2026 : Lukisan Tapak Tangan dalam Goa Bloyot yang Berusia Puluhan Ribu Tahun
POSKOAKALTIMNEWS, BERAU : Jauh di kawasan hutan Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, tersimpan jejak kehidupan manusia masa lampau yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun.
Jejak itu berupa
lukisan atau cap tangan pada dinding Goa Bloyot, sebuah situs prasejarah yang
menjadi bagian dari kekayaan warisan bumi Bumi Batiwakkal di pamerkan dalam
Berau Expo 2026.
Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mengangkat situs tersebut sebagai tema
stan untuk memperkenalkan potensi geowisata sekaligus mengajak masyarakat
mengenal lebih dekat warisan prasejarah yang belum banyak diketahui.
Lukisan tapak tangan di Goa Bloyot diperkirakan berusia antara 35 - 40 ribu tahun. Peninggalan tersebut menjadi salah satu keunikan yang memperlihatkan nilai sejarah dan budaya kawasan pedalaman Berau.
Goa Bloyot juga
merupakan salah satu Geosite atau situs warisan bumi dalam kawasan Geopark
Sangkulirang Mangkalihat yang mencakup wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten
Kutai Timur.
Kepala Disbudpar
Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pengangkatan Goa Bloyot dalam Berau Expo
2026 merupakan bagian dari upaya memperkenalkan potensi geowisata yang dimiliki
daerah.
“Goa Bloyot ini
memiliki ciri khas tersendiri. Di sana terdapat lukisan atau cap tangan yang
diperkirakan berusia sekitar 35 ribu hingga 40 ribu tahun,” ungkap Yudha.
Menurutnya, kekayaan
Berau tidak hanya terletak pada destinasi wisata bahari yang selama ini menjadi
daya tarik, tetapi juga pada peninggalan prasejarah dan kekayaan geologi yang
perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Melalui tema Goa
Bloyot, Disbudpar ingin memperlihatkan bahwa Berau memiliki beragam potensi
wisata dengan karakteristik berbeda. Salah satunya berupa situs prasejarah yang
memiliki nilai penting dan menjadi bagian dari kawasan Geopark.
Nama Goa Bloyot memang
belum begitu familier bagi sebagian masyarakat. Kondisi tersebut menjadi salah
satu alasan Disbudpar Berau memilih situs ini sebagai tema stan dalam pameran
tahunan tersebut.
Adyatama
Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau, Asri Toldo,
mengatakan masih banyak pengunjung yang ingin mengetahui lokasi Goa Bloyot
setelah melihat tema yang ditampilkan di stan Disbudpar.
“Ini menjadi salah
satu Geopark Sangkulirang Mangkalihat dan ini memang kita ingin mengenalkan,
makanya tadi banyak orang bertanya di mana itu Goa Bloyot,” ungkap Asri, Senin
(19/10/2026).
Goa Bloyot berada di
kawasan hutan Kampung Merabu. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus berjalan
kaki selama kurang lebih satu jam dari area kampung dengan menyusuri kawasan
hutan.
Letaknya yang berada
di pedalaman membuat pengenalan kepada masyarakat menjadi penting. Melalui
Berau Expo 2026, informasi mengenai keberadaan situs tersebut dapat disampaikan
kepada pengunjung tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Upaya ini sekaligus
memperluas pemahaman masyarakat bahwa potensi wisata Berau tidak hanya berpusat
di kawasan pesisir, tetapi juga mencakup kekayaan sejarah dan budaya di wilayah
pedalaman.
Di balik potensinya
sebagai daya tarik wisata sejarah, Goa Bloyot juga membutuhkan perlindungan.
Peninggalan prasejarah berupa lukisan pada dinding gua merupakan warisan yang
rentan mengalami kerusakan apabila tidak dijaga dengan baik. Karena itu,
pengawasan terhadap situs menjadi penting untuk mencegah vandalisme maupun
tindakan yang dapat merusak peninggalan tersebut.
“Ini menjadi bagian
dari prasejarah kita yang harusnya kita jaga dan kita lestarikan serta
lindungi,” tegasnya.
Ia berharap pengenalan Goa Bloyot melalui Berau Expo dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap peninggalan sejarah. Menurutnya, gambar yang dibuat manusia pada masa lampau merupakan bagian dari proses perkembangan kehidupan manusia yang patut dihargai.
“Kita mengkonsiderasi
bahwa ini adalah bagian dari proses yang sudah dilakukan oleh orang zaman dulu.
Jadi mereka belum mengenal kata tulisan tapi sudah mengenal gambar dan
lain-lainnya dan ini kita harus hargai,” tuturnya. (sep/FN)