Sabtu, 31 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com
Iklan
Diskominfo KukarAdvertorial

Hidupkan Kembali Wisata Pulau Kumala, Waterboom Ditargetkan Beroperasi 2027

Oleh Admin2 menit baca318 dibaca

Hidupkan Kembali Wisata Pulau Kumala, Waterboom Ditargetkan Beroperasi 2027
BagikanWhatsAppFacebookX

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS : Upaya menghidupkan kembali Pulau Kumala sebagai salah satu pusat kawasan destinasi wisata Tenggarong terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). 

Salah satu fasilitas yang kini disiapkan untuk menambah daya tarik bagi wisatawan adalah waterboom yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027, tepatnya saat libur Lebaran mendatang.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan proses kelanjutan pembangunan waterboom saat ini telah memasuki tahapan pengadaan pekerjaan lanjutan.

Proses lelang telah dilaksanakan dan pemenangnya sudah ditetapkan. Namun, pekerjaan tersebut masih menunggu penyelesaian kontrak sebelum dapat dilanjutkan.

Ia menyebutkan, anggaran sebesar Rp2,5 miliar telah disiapkan untuk mendukung kelanjutan pekerjaan tersebut.

Karena itu, proses administrasi diharapkan segera dituntaskan agar target pemanfaatan fasilitas wisata air tersebut dapat terealisasi sesuai rencana.

“Harusnya kemarin, bersama Pak Bupati, liburan Lebaran tahun 2027 itu kita sudah bisa menikmati. Nah, ini uangnya ada, sudah dilelang. Tinggal kontrak, kontraknya belum dibuatkan,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, keberadaan waterboom menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan potensi Pulau Kumala sebagai kawasan wisata keluarga.

Terlebih, pembangunan wahana tersebut telah dilakukan secara bertahap dan diharapkan menjadi salah satu fasilitas unggulan yang mampu menarik kembali minat masyarakat untuk berkunjung.

Pulau Kumala sendiri merupakan kawasan wisata yang berada di tengah Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Tenggarong.

Pulau yang menjadi salah satu ikon pariwisata Kukar ini pernah menjadi tujuan rekreasi masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.

Berbagai fasilitas wisata pernah menjadi daya tarik kawasan tersebut, mulai dari wahana permainan, penginapan hingga menara pandang.

Seiring berjalannya waktu, aktivitas wisata di Pulau Kumala mengalami penurunan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk kembali mengoptimalkan kawasan itu melalui pengembangan fasilitas dan penambahan wahana rekreasi yang lebih beragam.

Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah pembangunan waterboom.

Kehadirannya diharapkan memberikan pilihan rekreasi baru, khususnya bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburan di Tenggarong.

Dalam perkembangannya, pembangunan waterboom dilakukan secara bertahap.

Sejumlah fasilitas utama telah dibangun, sementara beberapa pekerjaan pendukung masih perlu dituntaskan sebelum wahana tersebut dapat difungsikan.

“Fasilitas pendukung, terutama yang berkaitan dengan keamanan kolam, harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum waterboom dibuka dan bisa dinikmati pengunjung,” sebutnya.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu ditindaklanjuti.

Karena itu, ia akan melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait agar proses pembangunan tidak berlarut-larut.

Selain penyelesaian pembangunan, pola pengelolaan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ia menyampaikan, pengoperasian waterboom nantinya dapat dilakukan melalui satu perusahaan agar pengelolaannya lebih terarah.

Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan pengelolaan oleh pihak Pulau Kumala maupun melalui mekanisme penyewaan.

Skema tersebut menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan agar operasional waterboom nantinya berjalan secara berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang tepat, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wahana rekreasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi pengembangan pariwisata daerah.

Melalui penambahan fasilitas wisata air ini, Pemkab Kukar berharap Pulau Kumala kembali menjadi salah satu tujuan rekreasi masyarakat.

"Peningkatan kunjungan wisatawan juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di sekitar kawasan, termasuk bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM," tutupnya. (Adv/Kriz)

BagikanWhatsAppFacebookX