Tutup MEF 2026, Sri Wahyuni Apresiasi Peran BI Kembangkan UMKM
Oleh Admin2 menit baca243 dibaca

SAMARINDA, POSKOTAKALTIMNEWS : Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni secara resmi menutup Mahakarya Etam Festival (MEF) 2026 di Atrium Big Mall Samarinda, Minggu (8/11/2026).
Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Kaltim kepada Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim atas penyelenggaraan MEF 2026 yang dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah.
Menurut Sri, MEF tidak sekadar menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga berperan sebagai inkubator yang membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang, memperluas pasar, hingga menembus pasar nasional dan internasional.
Sri Wahyuni menyebutkan, sejumlah UMKM Kaltim kini telah memiliki kesiapan untuk menjadi eksportir. Dukungan terhadap pengembangan desain produk berstandar nasional dan pemasaran melalui platform perdagangan elektronik (e-commerce) juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pasar.
Selain itu, Sri mengapresiasi upaya menjembatani generasi muda, termasuk lulusan SMA dan siswa SMK terpilih, agar dapat terlibat dalam ekosistem UMKM serta belajar dan berkembang bersama pelaku usaha yang telah berhasil.
"Selama tiga hari, banyak kegiatan yang dihadirkan, mulai dari seni dan budaya hingga wastra Kaltim. Kita ingin produk-produk Kaltim semakin dicintai masyarakat sendiri dan dikenal lebih luas," ungkapnya.
Sri menambahkan, MEF merupakan bentuk dedikasi Bank Indonesia bagi Kaltim melalui pengembangan karya seni dan budaya yang dikemas dalam berbagai perlombaan. Upaya tersebut penting untuk menggaungkan kekayaan seni budaya daerah sekaligus memperkuat UMKM sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.
Sementara itu, Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Bayuadi Hardiyanto mengungkapkan, MEF 2026 yang berlangsung pada 6–8 November 2026 melibatkan lebih dari 100 UMKM lokal, pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, perbankan, dan masyarakat.
Berbagai kegiatan dihadirkan, mulai dari pameran dan pemasaran produk UMKM, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), kompetisi, business matching, transaksi digital melalui QRIS, hingga Gerakan Kaltim Berwakaf Digital. Selama pelaksanaan, festival ini mencatat lebih dari 115.862 pengunjung secara langsung dan menjangkau 972.016 audiens melalui media digital.
Dari sisi transaksi, total penjualan UMKM tercatat sebesar Rp1.150.647.000, sedangkan realisasi business matching mencapai Rp3.357.017.000 yang melibatkan 75 UMKM. Selain itu, Gerakan Kaltim Berwakaf Digital berhasil menghimpun dana wakaf sebesar Rp85.644.687 dari 3.411 wakif.
Capaian tersebut mencerminkan besarnya potensi UMKM lokal sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi berbagai pihak melalui MEF dapat membuka akses pasar dan pembiayaan, serta memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur. (mar)



