ODP Rambah Enam Kecamatan Hulu, Cluster Gowa jadi Penyebab
(Anggota DPRD Kukar
Dapil Hulu, Sopan Sofyan.)
TENGGARONG- Enam Kecamatan yang masuk
wilayah Hulu Mahakam, sudah terdapat Orang Dalam Pemantauan(ODP) terkait penyebaran
Covid-19 atau corona, penyebabnya diduga masih punya riwayat dengan Cluster
Gowa Sulsel, dimana sebagian orang kukar menghadiri Ijtima ulama asia di Gowa.
"Iya, semua kecamatan di hulu sudah
ada ODP, penyebabnya rentetan masih cluster Gowa Sulsel," jelas Anggota
DPRD Kukar Dapil Hulu, Sopan Sofyan, Senin(30/3/2020) sore.
Sopan menambahkan, tenaga medis
penanganan virus corona di wilayah hulu sudah bekerja secara maksimal, yang
harus diperhatikan oleh pemkab kukar adalah, Alat Pelindung Diri(APD) tenaga
medis masih belum memadai, ini harus dipenuhi pemkab kukar.
"APD tenaga kesehatan masih
minim," ujarnya.
Sopan menghimbau kepada rombongan Gowa
yang ada di hulu, untuk segera melaporkan ke petugas kesehatan, dan bisa
dilakukan isolasi secepatnya. Untuk pencegahan lebih efektif, harus ada
kebijakan yang dilakukan pemerintah kecamatan.
"Untuk memutus mata rantai
penyebaran corona, mengeluarkan kebijakan karantina wilayah harus dilakukan
oleh Camat, bahan pangan untuk masyarakat juga harus disediakan, jika ingin
karantina lokal," tambahnya.
Masih menurut Sopan, kecamatan Kota
Bangun sangat rawan penyebaran virus corona, karena kecamatan tersebut sangat
strategis, dan menjadi tempat transit darat dan sungai di beberapa wilayah di
hulu Mahakam.
"Yang harus diwaspadai adalah kota
bangun," ucapnya.
Untuk diketahui, data dari tim gugus
tugas penanganan corona kukar, untuk pasien positif 2 orang, Pasien Dalam
Pengawasan(PDP) mencapai 11 orang, serta Orang Dalam Pemantauan(ODP) berjumlah
285 orang. Sebaran ODP untuk hulu, Kota Bangun 9 orang, Muara Wis 5 orang,
Kenohan 3 orang, Muara Muntai 2 orang, Tabang 1 orang, dan Kembang Janggut 2
orang, dengan total 22 ODP.(and)