Pembangunan Jembatan untuk Dorong Peningkatan PAD dan Ekonomi Masyarakat

img

(Abdul Wahab Arief)



TENGGARONG, Pembangunan Jembatan Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak, disebut salah satu Anggota DPRD Kukar Abdul Wahab Arief akan mampu menunjang dan mendongkrak perekonomian masyarakat, bahkan mendorong pula peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengingat jembatan tersebut menjadi salah satu akses untuk menuju obyek wisata, Pantai Pengempang Muara Badak.

“Pembangunan jalan dan jembatan menjadi bagian perhatian pemerintah, dan prioritas penting. Untuk sejuah ini pembangunan jalan di Tanjung Limau Muara Badak pun sudah bagus, tingga jembatannya Tanjung Limau dan satu lagi Jembatan Sambera, kalau semua bagus kita yakin ekonomi meningkat, PAD pun akan meningkat,” kata Wahab Arief kepada media ini di DPRD Kukar.

Dikatakan Wahab Arief, dirinya selaku wakil rakyat yang mewakili Muara Badak ikut andil untuk mengawal proses pembangunan pada pelaksanaan APBD Kukar, termasuk pada APBD 2019 lalu.

Pada 2019 lalu, telah teranggarkan pembangunan jembatan Tanjung Limau yang nilainya Rp.5,8 miliar. Jika tak terkendala adanya permasalahan lahan dan bangunan, sebenarnya jembatan itu sudah “pupus” pengerjaannya, sehingga sudah bisa dinikmati masyarakat.

“Karena ada permasalahan, dimana ada salah satu warga yang lahan dan bangunannya terkena pembangunan proyek jembatan, maka agar tak terjadi benturan perlu segera ada proses ganti rugi dari pemerintah,” tuturnya.

Bahkan pekan lalu, DPRD melalui Komisi I sudah melakukan rapat membahas persoalan ganti rugi lahan dan bangunan milik warga yang terkena dampak pembangunan jembatan.

“Hasil rapat tersebut, dalam satu pekan kedepan Dinas Pertanahan Kukar akan turun untuk ngecek kelapangan, guna menggitung taksiran nilai ganti rugi lahan dan bangunan,” katanya.

Pihaknya berharap, supaya persoalan lahan dan bangunan segera tertuntaskan, sehingga pembangunan jembatan Tanjung Limau segera dilanjutkan, dan nantinya bisa digunakan untuk akses masyarakat.awi