DPRD Dukung Pembangunan SPN Kukar

img

(Abdul Rasyid Ketua DPRD Kukar saat menerima rombongan Polda Kaltim)


TENGGARONG, Kabupaten Kutai Kartanegara komitmen mendukung pembangunan Sekolah Polisi Negara (SPN) di Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu, bahkan menginjak tahun keempat pembangunan SPN tersebut, anggaran dari APBD Kukar sudah teralokasikan sekitar 50 persen dari nilai rencana anggaran sebesar Rp363 miliar.

“Keberadaan SPN itu berada di Kukar, sehingga wajar kita mengalokasikan anggaran secara maksimal untuk mendukung pembangunan tersebut,” kata Abdul Rasyid, kepada media disela sela menerima rombongan pejabat Polda Kaltim, Jumat 12 Juni 2020 siang diruang kerjanya.

Rasyid mengatakan, keberadaan SPN tidak hanya pada lingkup Kukar, namun Kaltim bahkan nasional, alokasi anggaranya pun perlu didukung daerah lain di Kaltim, karena berbicara tidak hanya kepentingan Kukar namun Kalimantan Timur secara umum.

Selain itu lanjut Rasyid jika pembangunan SPN rampung dan dioperasikan, diyakini akan berdampak positif untuk kemajuan ekonomi masyarakat, Tenggarong dan sekitarnya.

“Dampak ekonominya jelas jika SPN nanti dioperasikan, SPN bisa menampung sekitar 1000 lebih yang akan menempuh pendidikan, belum lagi karyawannya sehingga dampak ekonomi jelas akan meningkat nantinya,” tutur Rasyid.

Sementara Karo Logistik Polda Kaltim Kombespol Parlindungan Silitonga, mengatakan, penyelesaian pembangunan SPN Kukar dan pengoperasian yang direncanakan pada 2021 sepertinya akan tertunda, karena terbentur anggaran. Oleh karenya, kunjungan yang dilakukan ke Pemerintah Kukar dan DPRD selain bersilaturahmi juga meminta dukungan penganggaran untuk pembangunan SPN.

Menurut dia, 80 persen pembangunan SPN berasal dari APBD, dan Kukar sejauh ini cukup maksimal dalam penganggaran pembangunan SPN.

“Kita berharap kepada jajaran provinsi, kabupaten/kota lain di Kaltim untuk mendukung pembangunan SPN tersebut. Kita berfikir riil kedepan, bahwa keberadaan SPN ini untuk anak cucuk, generasi kedepan,” katanya.

Ditambahkan Parlin, generasi generasi muda yang nanti menempuh pendidikan di SPN tentu saja diutamakan orang daera.”SPN minimal bisa menampung sekitar 1000 orang, dan disiapkan untuk anak anak kita kedepannya,” tandasnya.(awi/adv)