Bakhtiar Wakkang Kecewa Dua Kali RDP Disnaker Absen
BONTANG, Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang Bakhtiar Wakkang, melakukan aksi Walk, Out dari Rapat. Aksi ini dipicu karena Dinas Tenaga Kerja dan PT Panglima Bangsa, juga absen setelah dua kali diagendakan ulang terkait permasalahan Naker.
Berdasarkan pantauan,
pada RDP pertama, dijadwalkan pukul 09.00 Wita. Namun, Disnaker Kota Bontang
dan PT Panglima Siaga Bangsa (PSB) tak hadir dalam rapat bersama Komisi I. Agenda
RDP kedua, pun dijadwalkan pukul 13.00 Wita. Namun, Disnaker dan PT
Harlis Tata Tahta (HTT) juga absen.
“Kami menilai, Disnaker
Kota Bontang tidak serius mengurusi masyarakat, Sejatinya, Disnaker memberi
keterangan secara tertulis atau mengutus perwakilan,” BW sapaan akrab nya seusai RDP di Ruang Rapat II
Kantor DPRD Bontang,
Menurutnya, dalam hal
ini pihak Komisi 1 memanggil pihak terkait untuk mencari solusi atas aduan para
Naker (Mantan Karyawan) terkait kepastian para karyawan untuk mencari keadilan.
"Kita ingin solusi.
Kita undang mereka agar memberikan jawaban substansial terkait tenaga kerja
yang belum menerima hak mereka secara hukum," Ujar politisi NasDem ini.
Dibagian yang sama,
Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Abdul Haris mengatakan, sejatinya, Disnaker
dan perusahaan yang diundang secara resmi bisa menghadiri rapat-rapat yang
diadakan Komisi I DPRD Bontang itu.
“Semestinya, Disnaker
hadir untuk mencari solusi terkait permasalahan tenaga kerja ini. Disnaker dan
perusahaan yang diundang secara resmi seharusnya bisa menghadiri pertemuan Komisi I,” tandas Haris.
Dikatakan, rapat yang di
agendakan Komisi I, bukan mencari siapa yang salah atau pun benar. Namun,
permasalahan itu akan dikembalikan pada tatanan aturan yang berlaku.
“Kami berharap ada
solusi. Jadi jangan ada yang alergi terhadap permasalahan ketenagakerjaan yang
akan dimediasi oleh Komisi I DPRD Kota Bontang,” pesannya.
Instansi yang berkaitan
dengan permasalahan ini harus menjelaskan tatanan hukum aturan ketenagakerjaan.
Disnaker harus menjadi tempat mediasi dari permasalahan ketenagakerjaan ini.
“Kita akan melihat
apakah perusahaan sudah melaporkan seluruh tenaga kerjanya ke Disnaker? Kami
dari Komisi I yang menagani soal ketenagakerjaan harus mendengar berbagai
aspirasi dari tenaga kerja, Disnaker juga pengusaha,” katanya.(wan)