Pemkot Bontang Masih Berencana Menyalurkan Investasi ke BPD Kaltimtara
(Rustam)
BONTANG, Pemkot Bontang mewacanakan akan menyalurkan Rp 75 miliar secara bertahap
sebagai investasi ke BPD Kaltimtara. Namun masih menunggu regulasi penyertaan
modal tersebut. Rencananya penyertaan modal ini mulai dilakukan 2022
Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam
mengatakan, saat ini badan legislator bersama
Pemerintah belum memasuki pembahasan Raperda penyertaan modal.
"Ini masih wacana, pihak bank belum
menyampaikan business plan kepada Komisi II DPRD sebagai dasar dimulainya
pembahasan Raperda," ujar Rustam baru-baru ini.
Rustam menanggapi, saat ini kondisi Loan to Deposit Ratio (LDR)
Bank BPD Kaltimtara, bukan perkara yang perlu dikhawatirkan. Pun saat ini
kondisi LDR-nya berada di bawah 70 persen.
Di dalam rapat terbatas, Rustam menyebutkan,
sejak investasi pertama kal warsa 2001 lalu, total modal yang telah ditanam di
bank plat merah ini sekitar Rp 63 miliar.
Selama itu pula, lanjutnya, keuntungan yang
diterima Pemkot Bontang dari deviden sekitar Rp 90 miliar.
“Saat ini s pendapatan kita sedikit,
karena modal kita paling kecil. Kedua
terkecil setelah Mahulu,” ujarnya.
pada sesi akhir, Rustam memaparkan, rencana
pembahasan Raperda Penyertaan Modal akan dirampungkan pada 2021 nanti.
Sementara rencana rupiah disalurkan mulai 2022 sampai 2024 nanti.
“Jadi tidak sekarang, karena belum ada juga
uangnya,” pungkasnya.
LDR menjadi salah satu indicator untuk
menilai kelayakan bank dalam berinvestasi. Bank Indonesia menetapkan minimal
tingkat LDR bank aman investasi sekitar 80 persen.
Lebih lanjut, pemerintah perlu memberi
dukungan kepada Bank BPD Kaltimtara. Apalagi di saat-saat guncangan ekonomi
seperti sekarang di tengah pandemi.
Yang bisa menyehatkan bank ini kan dari 12
Kabupaten Kota yang ada ini, sambungnya, adalah Kaltim dan Kaltara. Kalau bukan
kita yang menyehatkan bank ini, justru akan tidak sehat. ujarnya.(wan/poskotakaltimnews.com)