Wujudkan Generasi Emas di Tengah Pandemi, HMI Gelar Literasi
(Kegiatan literasi yang dilaksanakan HMI)
BONTANG, terinspirasi dengan pesan
Bung Karno. "Berikan saya 10 pemuda maka akan ku guncang dunia" berangkat dari amanah itulah Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI) Bontang, menggelar
kegiatan dengan mengumpulkan para siswa untuk mengukir pendalaman dalam membaca
dan seni berbicara.
Tentunya sebagai Pemuda literatur atau
literasi merupakan syarat mutlak untuk menciptakan generasi emas.
Menyadari peran literasi itulah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisiariat
Bontang menggelar agenda literasi untuk publik. meskipun hanya digelar di ruang
terbuka beberapa waktu lalu.
Saat dihubungi, 01//12, Ketua HMI Bontang, Takbir mengakui insipirasi itu
muncul karena saat ini para siswa belum melaksanakan proses belajar mengajar
secara tatap muka. Ini artinya
pendalaman materi pelajaran tentu akan berkurang mengingat waktu belajar para
sisiwa dilakukan secara daring.
"Pada dasarnya kan retorika ini bukan mengajari seseorang untuk
berbicara, tapi lebih kepada menyampaikan bahwa berbicara itu ada ilmunya,
seninya dan metodenya," ujarnya.
Agenda yang dipusatkan di Taman Adipura Bontang Kuala, pada Jumat Kegiatan ini diisi dengan aktivitas membaca,
diskusi hingga mewarnai. Dalam Sesi diskusi yang mengangkat tema retorika seni berbicara.
"Materi ini yang dikembangkan adalah untuk meningkatkan gaya berbicara
yang baik dan benar,"ujarnya.
sementara itu Pemantik diskusi Sadly Jaya, saat dihubungi, mengatakan,
masih banyaknya peserta yang kurang memahami dalam hal menyampaikan setiap
pesan kepada pendengar.
"Mereka masih sulit untuk menyampaikan kalimat saat ingin berbicara,
terutama di depan umum," ujarnya.
Kegiatan tersebut pun di hadiri dari berbagai kalangan seperti pelajar SMA
Negeri 3 Bontang, Mahasiswa Universitas Trunajaya Bontang, Sekolah Tinggi
Teknologi Industri Bontang (STTIB), dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi
Bontang (STITEK Bontang).
Untuk menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan kegiatan inipun
diselingi dengan kegiatan lain diantaranya membaca dan mewarnai. Komunitas
perpustakaan jalanan menginisiasi kegiatan itu.
Diharapkan kegiatan ini mampu menciptakan iklim kritis bagi para pemuda.
Yang berbasis ilmiah dan data lengkap.(wan/poskotakaltimnews.com)