Buka Rakorda Hari Besar Keagamaan Nasional, Gubernur Minta Jaga Stok Sembako

img

(Rapat koordinasi daerah hari besar keagamaan nasional)


SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Ruang Ruhui Rahayu, Lantai 1, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu, 16 Desember 2020.

Rakorda sekaligus High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka menjaga stabilisasi harga dan stok barang kebutuhan pokok menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dimoderatori Kepala Biro Ekonomi Setda Prov Kaltim H Nazrin.

Pertemuan menghadirkan pemateri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Tutuk SH Cahyono, Kepala Dinas Perindagkop UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor, Satgas Pangan Polda Kaltim dan Kepala Divre Bulog Kaltim-Kaltara Suharto Djabar.

Pertemuan HLM TPID menjelang HBKN Natal dan tahun baru, menurut Gubernur Isran Noor sangat penting untuk memastikan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok di Kalimantan Timur.

Terutama untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang menyebabkan sering terjadinya lonjakan harga.

Selain itu, upaya pemerintah daerah dalam mendorong daya beli dan kemampuan serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat melalui kebijakan.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada Rakornas TPID di Oktober lalu, agar dilakukan upaya percepatan realisasi APBD, terutama belanja bantuan sosial dan belanja modal guna mendukung pemulihan ekonomi terutama di sektor UMKM," kata Isran Noor

Selain itu, mengutamakan penyerapan produk-produk dalam negeri, baik produk pertanian maupun produk-produk UMKM.

Guna memastikan ketersediaan pangan, Isran Noor mengingatkan segera memperkuat data informasi pangan guna merumuskan kebijakan yang tepat.

"Perlu dilakukan pengembangan jenis data dan informasi yang penting lainnya dengan mensinergikan data," jelasnya.

Termasuk membuat neraca pangan daerah yang akurat agar jika ada persoalan kekurangan pangan dapat cepat diatasi.

Juga, menyediakan data produksi dan data konsumsi yang akurat untuk mengetahui provinsi mana yang kelebihan atau kekurangan, mendorong perdagangan antar daerah dan memperkuat kerja sama antar daerah.

"Kebijakan upaya ketersediaan bahan pokok perlu kita tindaklanjuti bersama," lanjut mantan Bupati Kutai Timur ini.

Rakorda diikuti Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Abu Helmi dan para asisten kabupaten/kota, pimpinan OPD lingkup Pemprov Kaltim, Kepala Dinas Perindagkop dan Kabag Perekonomian kabupaten/kota, Tim Satgas Pangan Kaltim, Kadin dan Pelindo.(mar/poskotakaltimnews.com)