200 Hektar Lahan Terendam Banjir Petani di Marangkayu Gagal Panen

img

TENGGARONG, Banjir yang menerjang tiga desa di Kecamatan Marangkayu, yakni Desa Santan Ulu, Tengah dan Ilir, kini sudah surut. Namun musibah banjir tersebut telah menjadikan lahan pertanian rusak, dan petani gagal panen.

“Kerugian akibat banjir bagi petani sangat besar, karena sekitar 200 hektar lahan pertanian milik petani terandam, dan tanamannya rusak semua,” kata Muhammad Subhan, Sekdes Desa Santan Tengah kepada Poskota Kaltim kemarin.

Lahan pertanian itu banyak ditanami padi, jagung, kacang kacangan, cabai dan sejenis tanaman palawija lainnya.”Petani tahun gagal panen, karena tanamannya terendam air, padahal banyak petani yang tinggal menunggu waktu panen saja tapi apa mau dikata,” terang Muhammad Subhan.

Sampai saat ini belum ada pihak dinas terkait membantu para petani, yang tanamanya terendam banjir. Sementara untuk bantuan sembako bagi para korban banjir, sejauh ini sudah disalurkan ke masyarakat, baik dari Wakil Bupati, BPBD Kukar, pihak kecamatan, perusahaan Indominco, PAMA.

“Sejauh ini aktivitas masyarakat sudah kembali normal, sekolah yang sebelumnya terendam banjir kini sudah tidak lagi, sehingga kemungkinan pada Besok (Senin red) para siswa akan masuk kembali seperti biasanya,” katanya.

Pihak desa, lanjutnya, berharap kepada pemerintah Kukar untuk mengupayakan penanganan banjir. Sebab biasanya banjir terjadi setiap tahun, namun saat ini ketika hujan deras, banjir selalu datang, ini kemungkinan disebabkan adanya pendangkalan air sungai Santan yang membelah tiga desa yakni Desa Santan Ilir, Tengah dan Ulu.(awi-poskotakaltimnews.com)