Yonif Raider 200/BN Digantikan Yonif 614/RJP, Menjaga Perbatasan RI-Malaysia Mahulu
(Komandan
Korem 092/Maharajalila, Kaltara, Brigjen TNI Suratno, bersama Wakil Bupati
Mahulu Drs Y Juan Jenau, berfoto bersama prajurit TNI Satgas Pamtas RI-MLY di Kampung Batu Majang,
Kecamatan Long Bagun, Mahulu, Rabu 20 Januari 2021. (Foto : Kodim 0912/KBR/Dok.Poskota
Kaltim)
MAHAKAM ULU – Tak terasa waktu itu tiba juga.
Selama delapan bulan bertugas di Pos Komando Teknis (Poskotis) Kecamatan Long
Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim),
akhirnya personel TNI dalam Satuan Tugas
Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Malaysia (Satgas Pamtas RI-MLY) yang
bertugas diperbatasan RI-MLY tepatnya di Kabupaten Mahulu sejak Mei 2020 lalu,
kini berganti.
Yakni dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider
200/BN dibawah Pimpinan Mayor Inf Andy Irawan SH, kepada Yonif 614/RJP yang
dipimpin oleh Mayor Inf Indar Irawan SE MHan.
Hadir langsung dalam serah terima pergantian
Satgas Pamtas itu Komandan Korem 092/Maharajalila, Kalimantan Utara (Kaltara),
Brigjen TNI Suratno, yang juga merupakan Komandan Komando Pelaksana Operasi
(Dankolakops) Satgas Pamtas RI-Malaysia.
Dia menyebut tugas TNI menjaga kedaulatan
NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
“TNI menunjukkan gelar kekuatan diseluruh
tanah air. Personel TNI bertugas mengantisipasi seluruh keamanan NKRI, daerah
Perbatasan, daerah konflik, wilayah rawan keamanan serta daerah tertinggal dan
beranda depan NKRI,” tegasnya dalam Upacara Militer dilapangan hellypad,
Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Mahulu, Rabu (20/1/2021).
Brigjen TNI Suratno menjelaskan, wilayah
perbatasan NKRI sangat utama dijaga. Diantaranya, di kawasan Kabupaten Mahulu
dan Malinau, yang berbatasan langsung dengan Negara Serawak dan Sabah, Malaysia
Timur.
“Utama dari antisipasi terhadap penyelundupan
barang, manusia, narkoba, kayu dan hasil alam lainnya. Serta mengantisipasi
kriminal dan seluruh kegiatan ilegal yang merugikan NKRI,” ucapnya.
Brigjen TNI Suratno mengatakan, tugas
prajurit TNI menjaga NKRI dan masyarakat, adalah mulia. Kepada Satgas Pamtas
RI-MLY Dia berharap selalu melakukan pendekatan sosial untuk kesejahteraan dan
peningkatan infrastruktur bagi masyarakat dikawasan perbatasan.
“Sesuai dengan komitmen pemerintah
menumbuhkan ekonomi masyarakat wilayah perbatasan. Kepada prajurit yang baru
bertugas diperbatasan, segera adaptasi, lakukan komunikasi sosial melalui
budaya dan adat istiadat daerah,” pesannya.
Menurutnya, tugas Satgas Pamtas RI-MLY
termasuk mengantisipasi patok batas wilayah NKRI yang hilang atau bergeser dari
titik koordinat.
Memang, kata dia, saat ini TNI masih
keterbatasan personel menjaga perbatasan. Tetapi tetap dimaksimalkan penjagaan
diseluruh daerah yang berbatasan dengan negara luar. Salah satunya adalah
perbatasan RI-MLY di Kabupaten Mahulu, Kaltim dan Malinau, Kaltara. Memang
kendala saat ini jalan darat tidak memadai. Hanya bisa ditempuh cepat melalui
jalan setapak, sungai dan udara.
“Satgas Pamtas adalah wujud nyata tindakan
negara dalam mengantisipasi dan menjaga perbatasan NKRI, dalam pendekatan
melalui keamanan negara diperbatasan,” bebernya.
PESAN KHUSUS
Kepada prajurit Batalyon Infanteri (Yonif)
Raider 200/BN dibawah Pimpinan Mayor Inf Andy Irawan SH, diucapkan terima kasih
telah bertugas selama sekitar 8 bulan di Poskotis Long Bagun, Mahulu.
“Penghargaan setinggi-tinggi kepada prajurit
TNI yang telah bertugas demi bangsa dan NKRI, dan selamat jalan, selamat
bertemu dengan keluarga,” tukasnya.
Sedangkan kepada Yonif 614/RJP dibawah
pimpinan Mayor Inf Indar Irawan SE MHan, diucapkan selamat bertugas, serta
wajib menanamkan jiwa korsa yang tinggi.
“Saya harapkan kehadiran prajurit TNI
ditengah masyarakat mampu memberi dampak postif untuk seluruh masyarakat,”
tegasnya.
Brigjen TNI Suratno menekankan agar setiap
prajurit Satgas Pamtas RI-MLY di Poskotis Long Bagun tanggap dan cermat
situasi, deteksi dini, cegah dini, lapor cepat, serta atasi dini.
Juga bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
menjaga martabat dan kehormatan TNI, segera adaptasi dan melakukan komunikasi
sosial melalui budaya dan adat istiadat daerah.
“Lakukan tindakan untuk menjaga keamanan NKRI
sesuai prosedur. Tanamkan jiwa korsa yang tinggi,” urainya.
“Perhatikan faktor keamanan, patuhi prokes COVID-19, dan
evakuasi jika ada anggota TNI dan masyarakat daerah yang sakit terkena
COVID-19,” tutup Brigjen TNI Suratno.
Untuk diketahui, Yonif Raider 200/Bhakti
Negara atau Yonif 200/Raider Kodam II/Sriwijaya adalah sebuah pasukan elit
infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Sedangkan Yonif Raider Khusus 614/Raja
Pandita atau Yonif RK 614/RJP adalah Yonif berkualifikasi Raider dibawah
komando Brigif Raider 24/Bulungan Cakti, Kodam VI/Mulawarman.
Hadir pula dalam kesempatan itu Wakil Bupati
Mahulu Drs Y Juan Jenau, Dandim 0912 Kubar Letkol Inf Anang Sofyan Effendi,
Kasdim 0912/KBR, Pasi Pers Dim 0912/Kbr,
Perwakilan Polres Kubar, Danramil Long Bagun Lettu Inf I Wayan Sudiarsa.
Mewakili DPRD Mahulu, Ketua Komisi I Kelawing Julaiha, juga hadir para tokoh
adat dan tokoh masyarakat.(ran)