Kukar Miliki Pelabuhan Umum Senilai Rp58 Miliar
TENGGARONG, Kabupaten terkaya di
Kalimanan Timur, yakni Kutai Kartanegara tak lama lagi akan memiliki pelabuhan
umum di Kecamatan Muara Badak, dengan menelan anggaran sekitar Rp58 miliar.
Berdasar papan plan proyek pembangunan
pelabuhan umum di Desa Muara Badak Ilir, proyek pelabuhan tersebut dikerjakan
oleh PT SII sementara konsulstan pelaksana PT DCD, dengan waktu pengerjaan 80
hari kerja.
Progres pengerjaan proyek mega besar
tersebut belum diketahui sampai mana pelaksanaanya, bahkan saat Kabid (Kepala
Bidang) Laut Dinas Perhubungan Kukar Yudi Apidiantara dikonfirmasi di
kantornya, Selasa (7/2/2017) pagi terkesan menghindar.
Awalnya salah seorang staf Bidang Laut
Dinas Perhubungan mencoba untuk telpon dengan Yudi Apidiantara, dan dibilangkan
sedang rapat, namun setelah ditunggu cukup lama ternyata Yudi Apidiantara
menurut stafnya sudah keluar kantor.
Ketua DPK KNPI Kecamatan Muara Ahmad
Yani menyatakan proyek tersebut terlaksana pada 2016 lalu, hingga saat ini
belum selesai.”Sepertinya itu proyek multi years, saat ini kita lihat baru
proses pemancangan tiang. Informasi saya peroleh itu selesai pada 2018
mendatang,” kata Ahmad Yani.
Ahmad Yani menyatakan kalau jika sudah
beroperasi proyek tersebut memiliki dampak besar terhadap kemajuan ekonomi
Muara Badak dan umumnya di Kukar, karena dengan adanya pelabuhan maka retribusi
akan berjalan untuk menambah PAD, geliat ekonomi masyarakat pun diyakini turut
melonjak.”Tetapi kalau berbicara urgensi program, sebenarnya masyarakat di
Muara Badak lebih berharap dibangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI), karena sampai
sekarang TPI di Muara Badak itu belum ada.” Kata Ahmad Yani.
Ahmad Yani merasa ragu, proyek pelabuhan
umum Muara Badak akan selesai sesuai dengan target, apalagi dengan kondisi
keuangan Kukar seperti ini, mengalami defisit anggaran.”Bisa saja nanti akan menjadi
salah satu proyek mangkrak di Kukar,”tandas Ahmad Yani. (awi/poskotakaltimnews.com)