Gubernur Buka Acara Lingkar Komunikasi Forkopimda, Pembangunan Hijau Tingkatkan Kesejahteraan
(Gubernur Buka Acara Lingkar Komunikasi Forkipimda)
SAMARINDA-Gubernur Kaltim H Isran Noor
menegaskan, pemerintah berkeyakinan bahwa jika
pembangunan yang tengah dilakukan dan di perjuangkan bersama ini,
diintegrasikan dengan konsep dan spirit pembangunan hijau.
"Saya yakin, kesejahteraan masyarakat
Kaltim yang kita idam-idamkan bersama akan terwujud lebih cepat, berkualitas,
dan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat secara hakiki hanya akan
terwujud bila kualitas dan fungsi
lingkungan hidup terjaga dan berkelanjutan," kata Isran Noor saat membuka
acara Lingkar Komunikasi Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)
untuk Pembangunan Hijau Provinsi dan kabupaten kota se Kaltim, yang
dilaksanakan secara luring dan daring di Ruang Heart of Borneo Kantor Gubernur
Kaltim, Kamis (18/03/2021).
Isran Noor
menambahkan, pembangunan hijau secara sederhana adalah kebijakan
pembangunan dalam mewujudkan kesejahteraan atau kemakmuran rakyat Kaltim yang
tidak mengorbankan kelestarian alam atau lingkungan hidup untuk kepentingan
generasi mendatang sebagaimana apa yang dikenal dalam pembangunan
berkelanjutan.
"Dalam pelaksanaan komitmen pembangunan
hijau sangat diperlukan komitmen,
dukungan dan kerja sama para pemimpin daerah provinsi, kabupaten dan kota.
Juga, komitmen dan kerja sama dari para pemangku kepentingan (stakeholders)
seperti dunia usaha, perguruan tinggi, mitra pembangunan dan komponen
masyarakat. Sehingga prosesnya bersifat inklusif dan kolaboratif,"
paparnya.
Dikatakan, sebagaimana
diketahui bersama, tahun ini merupakan tahun politik atau pergantian
kepemimpian daerah di sembilan
kabupaten/kota, yang bupati dan
walikotanya sudah dilantik. Dan masih ada tiga kabupaten/kota yang belum
dilantik yaitu Kota Bontang, Kota Balikpapan dan Kubar.
"Oleh karena itu, saya mengajak kepada
seluruh bupati dan walikota bersama anggota Forkopimda di kabupaten/kota untuk
bersama-sama mengikatkan komitmen bersama dalam mendukung kebijakan dan
pelaksanaan Pembangunan Hijau sesuai tantangan dan isu strategis di
masing-masing kabupaten/kota, dalam kerangka pencapaian tujuan pembangunan
berkelanjutan di Kaltim," ujarnya.
Isran juga meminta kepada Bappeda Kaltim
untuk dapat mengawal dan mengkoordinasikan proses perumusan prioritas
pembangunan kabupaten/kota yang terintegrasi dengan prioritas pembangunan
provinsi, khususnya dalam pengarusutamaan isu-isu strategis pembangunan hijau
dan pembangunan berkelanjutan ke dalam RPJMD dan RKPD.
Ditambahkan, dengan dipilihnya Kaltim oleh
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai Provinsi Percontohan
untuk melaksanakan Program Penurunan Emisi melalui skema Forest Carbon
Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) dan ditandatanganinya Emission
Reducing Payment Agreement (ERPA) antara World Bank dan KLHK pada November
2020.
" Momentum ini menjadi tonggak bersama
untuk menyatukan komitmen semua unsur pimpinan daerah tingkat provinsi dan
kabupaten/kota untuk saling mendukung dan saling berkoordinasi dengan
baik," kata Isran.
Isran juga meminta agar semua pihak yang
terlibat dapat merawat berbagai komitmen
kebijakan pembangunan hijau, dengan harapan forum ini dapat diselenggarakan
minimal setahun sekali sebagai sarana untuk bertukar pikiran, ide, inovasi, dan
pengalaman masing-masing unsur pimpinan daerah dalam memecahkan berbagai permasalahan
lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan pada umumnya.
Nara sumber Lingkar Komunikasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk Pembangunan Hijau Provinsi
dan kabupaten kota se Kaltim. Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan
Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir. Sarwono Kusumaatmadja.
Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) KaltimProf. Dr. Daddy Ruhiyat.Dan dihidari
secara virtual ketua DPDR Kaltim, Kapolda Kaltim, Pangdam VI Mulawarman,
bupati, Bappeda pemerhati lingkungan serta undang terkait lainnya.(mar/poskotakaltimnews.com)