489 Rumah di Berbas Pantai Masih Tergolong Kumuh, Yaser Arafat Kawal PKTK
(Yaser Arafat, Anggota Komisi III DPRD Bontang)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
BONTANG- Sebanyak 489 rumah di Berbas Pantai Bontang
Selatan, masih tergolong kumuh. Anggota Komisi III DPRD Bontang, Yassier Arafat
berjanji mengawal anggaran perencanaan
Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dengan tujuan memperbaiki pola hidup
masyarakat di daerah itu.
"Saya selaku warga di kawasan Berbas
Pantai berupaya coba menyampaikan ke pemerintah daerah khusus lewat banggar,
dan menyampaikan mudahan bisa dikawal," ucapnya usai rapat kerja di
Sekretariat Dewan, beberapa waktu lalu.
Ia mengakui program yang digadang akan
terealisasi itu juga mengalami kendala karena minimnya anggaran. Padahal, pada
medio Tahun 2018 silam, program ini sudah diusulkan. dari kebutuhan sekitar Rp 1 miliar yang tersedia hanya Rp 70 juta. Walhasil,
penyusunan DED untuk program ini kandas.
Dirinya optimistis akan terealisai Tahun ini
dan meminta supaya pemerintah menginput
belanja untuk keperluan perencaan program tersebut.
Kendati demikian, program pengentasan kawasan
kumuh sebenarnya dibiayai oleh pemerintah pusat. Namun, dibutuhkan kesiapan
daerah untuk mensuport pemerintah pusat
agar program ini bisa berjalan di Bontang.
“Salah satu upayanya dengan menyiapkan
perencanaan secara komprehensif,” katanya.
Untuk itu, perencanaan DED ini sebagai pemicu
agar program Kotaku bisa dilakukan di wilayah Pantai Harapan.
"Kalau mau cepat ada kolaborasi antara
pemerintah daerah, perusahaan dan provinsi," ujarnya politisi muda
ini. Program Kotaku di Pantai Harapan
Berbas Pantai, diketahui semula masuk
dalam perencanaan itu terpaksa harus ditunda. Karena dokumen perencanaan Detail
Engineering Design (DED) belum rampung.
Makanya di tahun depan, dia mendorong agar
anggaran sekitar Rp 1 miliar bisa masuk dalam batang tubuh APBD Bontang.
Di tempat yang sama, Lurah Berbas Pantai,
Rendhy Maulia, mengapresiasi upaya Komisi III DPRD Bontang itu, Ia berharap program Pantai Harapan dapat
terealisasi untuk memperbaiki pola hidup sehat warga pesisir.
Sebab
masih banyak Rumah warga yang bermukim di Berbas Pantai, yang
menurutnya masih tergolong pemukiman kumuh. Salah satunya dengan fasiitas
Jamban yang masih tradisional dan masih sulitnya distribusi air bersih jadi
aktivitas harian masyarakat.
"Di sana mereka jambannya nyemplung
langsung ke laut dan minimnya air
bersih," ungkapnya.
Ia juga mendorong pemkot Bontang, melakukan kerjasama dengan banyak pihak,
mulai provinsi Kaltim hingga perusahaan.
“Kita dorong pemkot untuk melakukan lobi ke
pemprov dan pihak perusahaan. Terutama dalam membantu warga dengan pola
baru, merubah jamban tradisional menjadi
jamban sehat ala pesisir berupa sanitasi jamban sehat,” tutupnya.(wan)