Bahas Bankeu Pertanian Kukar, DPRD Gelar RDP dengan OPD Terkait
(suasana rapat DPRD diruang Banmus DPRD Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TENGGARONG-
DPRD Kukar melalui Komisi IIII menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang
bantuan keuangan provinsi, pertanian dan pupuk bersama OPD teknis, di ruang
Badan Musyawarah (Banmus), Senin (19/4/2021) pagi.
Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi III Andi
Faisal turut hadir Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi, anggota DPRD Sopan
Sopyan, Sugeng Haryadi, Miftahul Jannah, kemudian Dinas Pertanian Kaltim, Dinas
Pertanian Kukar, Bappeda Kukar.
Wakil Ketua Alif Turiadi menyebut anggaran
untuk pertanian dan bantuan pupuk di Kukar dari bantuan provinsi Kaltim tidak
terserap secara maksimal, karena kurangnya komunikasi yang dilakukan instansi
terkait.
"Kita kecewa, hal ini tidak direspon
oleh OPD teknis dengan baik, padahal luasan lahan kita masih cukup, petani
kita banyak, kenapa tidak disupport seperti itu" kata Alif Turiadi kepada
media, di DPRD Kukar, Senin (19/4/2021)
Ia menambahkan, anggaran dari Bankeu 2021
seharusnya Rp. 25 milliar, namun yang diusulkan yaitu Rp. 2,5 milliar, sangat
sayang kalau tidak di maksimalkan, sementara masyarakat petani membutuhkan
bantuan tersebut seperti pupuk.
Sementara itu Ketua Komisi III Andi Faisal
menuturkan, persoalan ini karena harmonisasi tidak berjalan dengan baik, antara
di Dinas Pertanian Kukar dengan legislator tidak seiring sejalan, pihak
legislator Kaltim siap untuk mengamankan anggaran Pertanian Kukar.
"Bahkan tadi disampaikan untuk
anggarannya di atas Rp. 20 milliar, tapi pengusulan di proposal ada sekitar Rp.
2,5 milliar, kita jadi dilema, kita sudah berusaha semaksimal mungkin supaya
ada penambahan alokasi anggaran ternyata tidak bisa" ucap Andi Faisal.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian Kaltim Siti
Farisyah Yana mengatakan, mekanisme Bankeu itu bantuan pemerintah dari Provinsi
Kaltim ke Kabupaten/Kota harus melalui sistem informasi SIPD, dalam SIPD ada
perencanaan perencanaan semua masukkan bantuan permohonan melalui SIPD.
"Dan di entry oleh Bappeda, dan di
respon di Provinsi Kaltim dengan kita melakukan Musrenbang, kita akan menjadi
satu meja antara Dinas yang mengajukan bantuan, kemudian Bappeda Kaltim maupun
Bappeda Kabupaten/Kota untuk membahas perencanaan tersebut, apakah usulan
tersebut masuk didalam program yang ada di Provinsi Kaltim atau di
Kabupaten/Kota" kata Siti Farisyah Yana.(*riz/adv)