Diversifikasi Pangan Menjaga Ketahanan Pangan Nasional
(Siti Farisyah Yana)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
SAMARINDA-Saat
ini Kementerian Pertanian RI melakukan berbagai upaya untuk diversifikasi
pangan demi tetap menjaga ketahanan pangan nasional. Walaupun
diversifikasi ke arah konsumsi pangan non beras non terigu tidak mudah,
mengingat semakin menurunnya konsumsi pangan non beras seperti umbi-umbian dan
serealia lainnya.
Sementara
penurunan konsumsi beras, justru meningkatkan konsumsi terigu, seperti roti,
dan olahan berbahan dasar terigu lainnya. "Bukan beralih ke pangan lokal
setempat seperti umbi-umbian dan jagung, serta jenis serelia lokal," kata
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikutura Kaltim Siti Farisyah Yana,
Jumat (30/4/2021).
Pada
tahun 2020, jelasnya, Kementerian Pertanian menempatkan Program Diversifikasi
Pangan Lokal sebagai cara untuk meningkatkan ketersediaan pangan di
era normal baru. "Program akan difokuskan pada peningkatan penyediaan
dan konsumsi jagung, ubi kayu, sagu, dan talas termasuk serelia lokal, untuk
memenuhi kecukupan gizi masyarakat agar dapat hidup sehat, aktif dan
produktif," ujarnya.
Karenanya,
perlu dilakukan percepatan diversifikasi pangan secara menyeluruh, sejak dari
hulu ke hilir. "Dari sisi hulu dilakukan perbaikan pada teknologi
budaya, pendampingan serta penyediaan sarana dan prasarana usaha tani,"
sebutnya.
Diantaranya,
perbaikan sisi akses mendapatkan pangan lokal melalui perbaikan teknologi pasca
panen, meliputi penanganan pasca panen, penyimpanan maupun pengolahan dan
memperluas skala usaha serta pemasaran melalui kemitraan dengan retail dan
industri besar.
Termasuk
perbaikan sisi pemanfaatan melalui edukasi dan promosi guna merubah kebiasaan
dan pola pikir masyarakat terhadap konsumsi pangan lokal non beras non terigu.
Sedangkan
perbaikan kegiatan hulu meliputi teknis budidaya pertanian dan pendampingan
dilaksanakan secara bersama-sama dan peningkatan sisi pemanfaatan. "Dalam
percepatan diversifikasi pangan, Badan Ketahanan Pangan melakukan edukasi dan
promosi pemanfaatan pangan lokal dengan dukungan dinas/instansi yang
menangani ketahanan pangan di provinsi," ungkapnya.(mar)