Manisnya Gula Aren, Usaha yang Turun Temurun Warga Jongkang

img

(Fathamsyah)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TENGGARONG- Desa Jongkang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, desa itu merupakan hasil pemekaran dari Desa Rempanga. Desa Jongkang memiliki kurang lebih 300 Kepala Keluarga, sebagian pekerjaan warga adalah petani, kemudian perkebunan, dan kerajinan.

Salah satu usaha pertanian yang digeluti beberapa warga didesa itu adalah pembuatan gula merah dari air nira pohon aren. Usaha yang turun temurun yang hingga saat ini terus digeluti warga, dalam sehari warga bisa menghasilkan puluhan gula merah, mereka bekerja dari pagi sampai sore hari, tergantung dari kondisi cuaca.

Petani gula merah itu salah satunya adalah Fathamsyah (60). Pekerjaan membuat gula merah dilokoninya sudah cukup lama, dan sudah turun temurun.

Proses pembuatan gula merah cukup sulit karena harus melalui tahapan tahapan sehingga menjadi gula merah siap konsumsi. Gula merah yang dibuat dari air pohon aren, semakin banyak airnya, semakin banyak juga gula merah yang dihasilkan.

Fathamsyah mengatakan, setiap harinya mendatangi kebun sendiri maupun pohon aren milik tetangga, guna diambil airnya. Proses tersebut dilakukan setiap hari dua kali yaitu pagi dan siang hari itu pun kalau tidak hujan.

"Pagi ini ngambil air aren, biasanya dalam satu pohon bisa 20 Liter, kemudian air itu di pindah kedalam wajan besar untuk dimasak sampai kental dengan menggunakan kayu bakar, memasak dengan kayu bakar bisa menghasilkan gula aren yang berkualitas" kata Fathamsyah saat ditemui Poskotakaltimnews, di kediamannya di Desa Jongkang, Sabtu (12/6/2021).

Proses memasak gula merah cukup lama, dari pukul 08.00 Wita sampai 12.00 Wita, air aren tersebut harus mengental, sembari menunggu olahan gula yang mengental, ia mempersiapkan perlengkapan lainnya seperti cetakkan gula merah, daun untuk pembungkus gula merah, maupun lainnya.

"Setelah olahan gula merah mengental, segera dimasukan kedalam cetakan, tunggu 15 sampai 20 menit diamkan hingga mengeras" jelasnya

Jika gula merah sudah keras, bisa langsung dikemas menggunakan daun maupun plastik, dan siap dijual.

Dalam sehari Fathamsyah bisa menghasilkan minimal 15 sampai 30 gula merah, proses pembuatannya dibantu oleh anak anaknya.

“Gula merah yang sudah siap jual, akan dijual di pasar, dan bahkan pemasarannya sampai ke Surabaya, saya punya konsumen di Surabaya, sekali pesan gula merah itu 100" ucapnya.

Gula merah yang dijual oleh Fhatamsyah dengan harga Rp. 13 ribu sampai 15 ribu, tergantung dari ukuran gula merah tersebut.(*riz)