Disdikbud Kukar Belum Akan Gelar PTM 2021
(Suasana pertemuan di ruang Banmus DPRD Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TENGGARONG-
Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara menggelar pertemuan dan memanggil Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, untuk mengetahui
sejauh mana kesiapan Pemerintaah Kukar dalam rencana Pembelajaran Tatap Muka
(PTM) 2021.
Selain membahas rencana PTM Pertemuan yang
berlangsung di ruang Banmus DPRD Kukar, Senin (14/6/2021) juga membahas
persoalan penyerapan anggaran Covid-19 Kukar 2021.
"Kalau untuk hal PTM diharapkan
pembelajaran awal tahun ini segara bisa dilaksanakan, karena mengingat Kukar
sudah zona orange dan hijau, Juli 2021 Insya Allah bisa melaksanakan PTM"
ujar Baharuddin Ketua Komisis IV DPRD Kukar.
Namun demikian DPRD Kukar ingin mengetahui
tanggapan dan sejauh mana sikap Pemkab Kukar atas rencana PTM tersebut.
Pada pertemuan itu, hadir Kepala Bidang SD
yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Disdikbud Kukar Tulus Sutopo.
Tulus Sutopo menyatakan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)
Kukar belum bisa memutuskan terkait Pembelajaran Tatap Muka 2021.
"Terkait dengan PTM, kami selalu
bekerjasama, selalu menjalin interaksi dengan Dinkes Kukar, bagaimana pun juga
kita tetap koordinasi langsung dengan Dinkes, untuk persiapan PTM memang sudah
dipersiapkan dan yang akan rencananya dilaksanakan sejak Januari 2021
lalu" kata Tulus Sutopo dihadapan para anggota Komisis IV DPRD Kukar.
PTM belum bisa dilakukan sejak Januari 2021
lalu, Disdikbud Kukar melakukan upaya dengan
metode belajar dilakukan darring yang menggunakan aplikasi Kukar Cerdas, dan
bisa juga lurring dengan cara guru kunjung. Guru kunjung itu dilakukan karena
bagi wilayahnya yang blankspot.
"Jika ada informasi anak didik kami
kurang mendapat perhatian itu sebenarnya tidak, karena ada guru kunjung kami di
wilayah yang blankspot, untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar,
belajarnya bebas yang penting terbatas dan menerapkan protokol kesehatan"
jelasnya
Perlu disampaikan bahwa keputusan SKB 4
Menteri, itu tidak serta merta belajar seperti biasanya, artinya dalam seminggu
itu PTM bisa dilaksanakan 2 hari atau 4 hari, selebihnya dilaksanakan daring
maupun guru kunjung.
"Kalau kita mengacu pada aturan
tersebut, maka pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan dengan berbagai model,
diantaranya model shift dan mapping class" ucapnya.
Model shift itu jika masuknya dari pukul
08.00 sampai 10.00 wita kemudian pulang dan dilanjut pukul 11.00 sampai 14.00
wita kemudian pulang. Sedangkan model mapping class itu kelas 1, 2, 3, masuk
pada Senin sampai Rabu, selanjutnya kelas 4, 5, 6 masuk pada Kamis sampai
Sabtu, dan untuk teknis teknis lainnya akan disampaikan pada rapat koordinasi
dengan satgas covid-19 Kukar.
"Hal itu dilakukan agar tidak terjadi
kerumunan di dalam kelas. Jika Kukar diperbolehkan PT.M, maka tingkat SMA
terlebih dahulu yang melaksanakan PTM, dan disusul oleh SMP, maupun SD"
tutupnya.(*riz/adv)